LombokPost-Pemkab Bima kembali melelang proyek rekonstruksi Jalan So Oi Mada Karanu–Kalodu di Kecamatan Langgudu setelah proses tender sebelumnya dinyatakan gagal.
Proyek yang berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bima itu memiliki pagu anggaran sekitar Rp 1 miliar.
Sebelumnya, proyek tersebut telah dilelang pada 31 Desember 2025. Meski sempat menarik enam perusahaan untuk mendaftar, proses pengadaan akhirnya dibatalkan dan dilakukan tender ulang pada 21 Juni 2026.
Baca Juga: Wali Kota Mohan Minta Masyarakat Hapus Stigma Sekolah Favorit
Hingga saat ini, proses tender ulang masih berlangsung dan belum ada perusahaan yang ditetapkan sebagai peserta yang lolos.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bima Taufik mengatakan, tender ulang dilakukan karena proses sebelumnya tidak berhasil mendapatkan penyedia jasa.
"Sebelumnya gagal tender," kata Taufik saat dihubungi dari Mataram, Rabu (1/7).
Menurut dia, minimnya minat kontraktor diduga dipengaruhi nilai proyek yang relatif kecil dibanding tingkat kesulitan pekerjaan di lapangan. "Yang ikut hanya lima perusahaan. Tidak ada yang minat karena pekerjaan kecil, medannya sulit mungkin," ujarnya.
Baca Juga: Pengawasan Elpiji Bersubsidi Diperketat, Wali Kota Bima Libatkan Polisi dan TNI
Sementara itu, warga Desa Kalodu berharap proyek tersebut segera terealisasi. Mengingat, kondisi jalan sepanjang sekitar 3,6 kilometer itu telah rusak parah selama bertahun-tahun dan belum pernah mendapat perbaikan menyeluruh.
Salah seorang warga, Hamzah mengatakan, kerusakan jalan semakin parah saat musim hujan. Jalan yang dipenuhi lubang dan bebatuan membuat akses transportasi menjadi sulit. "Sudah lama kondisi jalan rusak seperti ini," katanya.
Dia mengaku harus mengendarai sepeda motor dengan sangat hati-hati setiap pulang ke kampung halamannya, terutama karena sebagian ruas jalan merupakan tanjakan.
"Jalan sudah berlubang, banyak kerikil," ujarnya.
Menurut Hamzah, kondisi jalan yang rusak juga kerap menyebabkan pengendara mengalami kecelakaan, meski sejauh ini tidak menimbulkan korban jiwa. "Saya kalau pulang kadang harus dorong motor di jalan berlubang. Takut jatuh," katanya.
Editor : Jelo Sangaji