LombokPost-RSUD Sondosia kini memiliki layanan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU) untuk menangani bayi baru lahir serta pasien anak dalam kondisi kritis.
Layanan tersebut diresmikan Bupati Bima Ady Mahyudi, Sabtu (29/8). Peresmian bersamaan dengan perayaan HUT ke-15 RSUD Sondosia.
Gedung baru layanan PICU-NICU tersebut dilengkapi berbagai fasilitas medis modern untuk menunjang perawatan intensif. Di antaranya, sistem pemantauan kondisi pasien atau patient monitor, inkubator hingga alat bantu pernapasan (ventilator).
Kehadiran fasilitas ini semakin menegaskan kesiapan RSUD Sondosia untuk mengembangkan diri sebagai pusat rujukan perawatan intensif anak, khususnya bagi masyarakat Bima Barat dan Selatan.
Baca Juga: Dua Hari, Polisi di Bima Amankan Tujuh Senpi Rakitan
Peresmian gedung ditandai dengan penandatanganan prasasti, pengguntingan pita dan pemotongan tumpeng oleh Bupati Bima. Setelah itu, Bupati bersama rombongan meninjau langsung fasilitas ruang perawatan pasien.
Bupati Bima Ady Mahyudi meminta masyarakat memanfaatkan layanan yang tersedia di RSUD Sondosia. Menurutnya, keberadaan tenaga dokter spesialis menjadi modal penting bagi rumah sakit untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.
"Dengan dukungan 11 dokter spesialis, termasuk dokter spesialis anak, dua dokter spesialis kandungan, serta dua dokter spesialis bedah. Ini merupakan modal yang sangat baik untuk membangun kepercayaan masyarakat," kata Ady.
Karena itu, dia mengajak masyarakat di wilayah Bima Barat dan Selatan tidak lagi ragu memanfaatkan layanan kesehatan di RSUD Sondosia. "Karena itu saya mengajak masyarakat Bima Barat dan Selatan untuk memanfaatkan secara optimal layanan tersebut," lanjutnya.
Baca Juga: Polisi Tangkap Pria Asal Sumbawa Pemasok Sabu di Bima
Dia menegaskan, Pemkab Bima akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan RSUD Sondosia. Upaya tersebut dilakukan melalui penambahan tenaga kesehatan, pengembangan jenis layanan, pembenahan fasilitas hingga mencari dukungan dari berbagai pihak.
Dia juga menargetkan RSUD Sondosia secara bertahap mampu menjadi rumah sakit rujukan utama bagi masyarakat Bima Barat dan Selatan, termasuk wilayah sekitarnya.
"Kita ingin RSUD Sondosia secara bertahap menjadi rujukan utama masyarakat Bima Barat dan Selatan, bahkan masyarakat dari wilayah sekitar," ujarnya.
Ady berharap momentum HUT ke-15 menjadi awal bagi RSUD Sondosia untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
"Terus tumbuh dalam kapasitas. Terus berkembang dalam kualitas, dan terus memberi manfaat bagi masyarakat," tegasnya.
Direktur RSUD Sondosia dr Firman MPH menjelaskan, layanan NICU dan PICU dirancang khusus untuk memberikan perawatan intensif bagi bayi baru lahir dan anak-anak yang berada dalam kondisi kritis maupun berisiko tinggi.
Baca Juga: DPO Pemburu Rusa Bersenpi di TN Komodo Ditangkap di Bima
Gedung dua lantai tersebut berdiri di atas lahan sekitar 720 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 498,45 meter persegi.
"Gedung dua lantai ini berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 720 meter persegi dengan luas bangunan 498,45 meter persegi. Pendanaannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK)," jelas Firman.
Di dalam gedung tersebut tersedia 44 tempat tidur berstandar. Selain itu, terdapat ruang khusus yang mampu menampung 33 boks bayi.
Editor : Jelo JSumber : Lombok Post