LombokPost-Konflik antara Israel dan Palestina kembali pecah. Hal ini terjadi saat kelompok Hamas yang menguasai Gaza meluncurkan serangan besar-besaran ke wilayah Israel pada Sabtu (7/10) lalu.
Lantas, bagaimana awal munculnya konflik berkepanjangan kedua negara?
Sebagaimana dikutip dari Al Jazeera, cikal-bakal permusuhan abadi Israel-Palestina sudah terlihat pada 1917 silam. Yaitu ketika Menteri Luar Negeri Inggris saat itu, Arthur Balfour, menulis surat pada tanggal 2 November,
yang ditujukan kepada Lionel Walter Rothschild, seorang tokoh komunitas Yahudi Inggris.
Dari sini lahir perjanjian yang mengikat pemerintah Inggris untuk mendirikan rumah nasional bagi orang-orang Yahudi di Palestina. Surat tersebut dikenal dengan Deklarasi Balfour.
Intinya, kekuatan Eropa menjanjikan gerakan Zionis di sebuah negara dengan mayoritas penduduk asli Arab Palestina.
Pada 1947, populasi Yahudi membengkak menjadi 33 persen di Palestina, namun mereka hanya memiliki 6 persen lahan. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kemudian menyerukan pembagian Palestina menjadi negara-negara Arab dan Yahudi.
Palestina menolak rencana tersebut karena rencana tersebut memberikan sekitar 56 persen wilayah Palestina kepada negara Yahudi. Ketika itu, warga Palestina memiliki 94 persen wilayah bersejarah dan mencakup 67 persen populasinya.
Dalam perkembangannya, muncul berbagai konflik. Misalnya, munculnya insiden Nakba. Yaitu sebuah insden hancurnya desa-desa, kota kecil dan kota besar di Palestina melalui gerakan operasi paramiliter Israel.
Ada juga insiden perang enam hari yang dipicu dari pendudukan wilayah bersejarah Palestina, termasuk Jalur Gaza, Tepi Barat, Yerusalem Timur, Dataran Tinggi Golan Suriah, dan Semenanjung Sinai Mesir selama Perang Enam Hari melawan koalisi tentara Arab.
Di samping itu, muncul Intifada (perlawanan) pertama dan kedua oleh Palestina. Sejauh ini, Israel telah melancarkan empat serangan militer berkepanjangan di Gaza. Yakni tahun 2008, 2012, 2014 dan 2021.
Serangan tahun 2008 melibatkan penggunaan senjata yang dilarang secara internasional, seperti gas fosfor. Ribuan warga Palestina telah terbunuh, termasuk banyak anak-anak, dan puluhan ribu rumah, sekolah, dan gedung perkantoran. (bib)
Editor : Marthadi