Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Putin Datangi Korea Utara untuk Pertama Kalinya Sejak 24 Tahun Terakhir

Prihadi Zoldic • Rabu, 19 Juni 2024 | 19:54 WIB
Tangkapan layar IG Jawa Pos.
Tangkapan layar IG Jawa Pos.

 

LombokPost-Presiden Rusia Vladimir Putin tengah melakukan kunjungan ke Korea Utara untuk bertemu Kim Jong Un mulai, Selasa (18/6).

Kunjungan tersebut merupakan kali pertama Putin menginjakkan kembali ke Pyongyang setelah 24 tahun.

Pertemuan Rusia dan Korea Utara menuai respons kritik dari pemerintah Amerika Serikat yang melihat semakin dalamnya hubungan kedua negara tersebut.

 


Hal ini juga dianggap sebagai upaya Putin dalam mencari bantuan senjata untuk perang terhadap Ukraina.

"Tuduhan ini semakin kuat saat Korea Utara telah memasok lusinan rudal balistik dan lebih dari 11.000 kontainer amunisi ke Rusia untuk digunakan saat perang melawan Ukraina," kata Departemen Luar Negeri AS, Matthew Miller dikutip dari Reuters.

Matthew menambahkan bahwa Amerika Serikat telah melihat Putin menjadi putus asa selama beberapa bulan terakhir.

Menurutnya, Putin mendesak Korea Utara dan Iran untuk mengganti beberapa alat-alat perang yang kurang.

"Jadi, saya cukup yakin bahwa itulah yang sedang dia (Putin) lakukan," tambahnya dikutip dari Jawa Pos.

 

 

Sementara itu, penasihat kebijakan luar negeri Rusia, Yuri Ushakov, menjelaskan bahwa pertemuan antar kedua negara tersebut hanya untuk menandatangani masalah kemitraan yang berhubungan dengan keamanan. "

"Kesepakatan ini tidak melibatkan negara lain, namun akan menguraikan prospek kerja sama lebih lanjut antara negara-negara kita beberapa tahun terakhir, termasuk masalah keamanan," jelasnya.

Menepis pernyataan tersebut, PBB menemukan bahwa setidaknya satu rudal balistik yang ditembakkan dari Rusia ke Ukraina pada bulan Januari adalah buatan Korea Utara.

Para pejabat Ukraina pun mengatakan mereka menghitung ada sekitar 50 rudal yang dikirim ke Rusia oleh Korea Utara.

 

 

Di lain sisi, pertemuan antar kedua negara tersebut juga menimbulkan kekhawatiran dari Korea Selatan.

Negara ginseng ini menganggap kerja sama milter Rusia dan Korea Utara hanya akan melanggar resolusi PBB.

"Kunjungan Putin adalah sebuah kemenangan bagi Kim Jong Un. Selain meningkatkan status Korea Utara di depan negara lain, pertemuan ini juga membantu memperkuat legitimasi dalam negeri Korea Utara," kata Eric Easley, profesor di Universitas Ewha Seoul, Korea Selatan. (yuk/r9)

Editor : Prihadi Zoldic
#vladimir putin #kim jong un #korea utara #Rusia vs Ukraina