Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dulu Kawan Sekarang jadi Lawan, Ini Penyebab Perseteruan Elon Musk dengan Presiden Trump!

Yuyun Kutari • Senin, 9 Juni 2025 | 07:00 WIB
Elon Musk dan Presiden AS Donald Trump saat bertemu di Gedung Putih
Elon Musk dan Presiden AS Donald Trump saat bertemu di Gedung Putih

LombokPost-Hubungan antara Pendiri Tesla Elon Musk dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, tak harmonis seperti sebelumnya.

Padahal pada tahun 2024, Elon Musk, orang terkaya di dunia, mendukung Donald Trump secara terang-terangan untuk menjadi Presiden AS untuk kedua kalinya.

Setelah memenangkan pemilu, Trump memberi Elon Musk peran khusus dalam pemerintahannya, sebagai kepala Departemen Efisiensi Pemerintah, atau DOGE.

Sejak saat itu, mereka sering terlihat bersama dan tampaknya persahabatan telah terjalin.

Namun, hubungan Elon Musk dengan Presiden Trump mulai memanas, saat pendiri Tesla itu mundur dari kepengurusan DOGE.

Kurang dari sepekan kemudian, hubungan Elon Musk dan Trump kian memburuk, bahkan keduanya terlibat pertengkaran di media sosial.

Apa yang sebenarnya terjadi, dan mengapa kedua mantan sahabat ini berselisih? Simak ulasannya.

Perselisihan ini dimulai ketika Elon Musk mengkritik Rancangan Undang-Undang (RUU) pajak andalan Trump bertajuk One Big Beautiful Bill.

Regulasi dan pengeluaran terbaru dari Presiden Trump yang mengatur bagaimana pemerintah membelanjakan dan mengumpulkan pajak selama beberapa tahun ke depan.

Elon Musk mengatakan bahwa hal tersebut akan meningkatkan utang pemerintah Trump hingga triliunan dolar AS dan membangkrutkan negara.

Elon Musk mengklaim dia meninggalkan perannya di DOGE karena sudah tidak tahan lagi, dan menerangkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tersebut sebagai kekejian yang menjijikkan.

Musk bahkan menilai Presiden Trump adalah seseorang yang tidak tahu berterima kasih dan akan kalah dalam pemilu tanpa bantuannya.

Baca Juga: Elon Musk Mundur dari Pemerintahan Trump, Fokus Lagi ke Tesla di Tengah Penurunan Penjualan

Setelah semua pernyataan itu disampaikan Elon Musk melalui akun sosial media X, Donald Trump tidak ingin kalah dan langsung membalasnya.

“Elon dan saya memiliki hubungan yang baik, saya tidak tahu apakah kami akan menjalin hubungan yang itu kedepannya lagi,” kata Presiden Trump kepada wartawan.

Jika Elon Musk terus menerus berkicau, Trump mengancam akan menarik dana pemerintah dan membatalkan kesepakatan bisnis Elon Musk, Tesla dan program SpaceX.

Trump mengatakan kemarahan Elon Musk dipicu karena perusahaan mobilnya, Tesla, kemungkinan besar akan mengalami kerugian finansial akibat rencananya untuk mengakhiri kredit pajak kendaraan listrik.

Trump menegaskan Elon Musk menjadi gila saat mendengar berita tersebut.

Akibat kekesalan Elon Musk yang ditunjukkan tersebut, salah satu laporan berita menyebut Presiden Trump sekarang mempertimbangkan untuk menjual mobil Tesla miliknya.

Presiden Trump nampaknya sedikit geram dengan ulah Elon Musk, bahkan ia sampai detik ini belum tertarik untuk berbicara dengan Elon Musk.

Presiden Trump malah menggambarkan Elon Musk sebagai orang yang sudah kehilangan akal sehatnya.

“Saya bahkan tidak memikirkan Elon. Dia punya masalah. Orang malang itu punya masalah," kata Trump kepada jaringan berita AS lainnya. Perselisihan ini telah menjadi berita besar di seluruh dunia dan tampaknya tidak ada pihak yang akan mengalah dalam waktu dekat.

Editor : Kimda Farida
#elon musk #tesla #presiden as #trump #DOGE #Donald Trump