LombokPost - Jemaah haji Indonesia yang diturunkan dari bus dengan kondisi kesehatan yang kurang baik menjadi sorotan Kemenag.
Terlebih lagi, jemaah haji tersebut diturunkan dari bus bukan di hotel tempat dia menginap.
Kejadian itu ditemukan langsung oleh Irjen Kemenag, Khairunas. Saat itu, Khairunas membantu langsung jemaah haji tersebut saat turun dari bus.
Dengan menggunakan seragam PPIH, Khairunas langsung menyeberang jalan setelah melihat ada seorang jemaah haji Indonesia dengan kondisi stroke turun dari bus.
Khairunas pun menilai tindakan syarikah yang menurunkan jemaah tanpa memperhatikan kondisi fisik dan lokasi pemondokan sebagai kelalaian serius.
"Ini menjadi catatan kinerja syarikah yang tidak memerdulikan kondisi jemaah haji saat menurunkan jemaah dari Mina,” tegas Khairunas.
Atas dasar itu, pihaknya pun mengharapkan peristiwa seperti itu tidak terulang dan menjadi bahan evaluasi bersama.
"Tndakan syarikah yang menurunkan jemaah tanpa memperhatikan kondisi fisik dan lokasi pemondokan sangat disayangkan," paparnya.
"Ini akan kami jadikan bahan evaluasi terhadap syarikah yang tidak kooperatif dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji atau PPIH Arab Saudi,” sambungnya.
Walau menjabat sebagai Irjen Kemenag, Khairunas tetap ikut memantau kondisi dan pelayanan jemaah haji asal Indonesia selama berada di Arab Saudi.
"Saya tetap memantau pergerakan jemaah haji, dengan harapan dapat terlayani dengan baik semuanya. Ini ikhtiar untuk memberikan kenyamanan dan ketenangan jemaah haji Indonesia,” katanya.
Walau dalam kondisi yang juga kurang sehat, namun Khairunas merasa memiliki tanggungjawab, membantu jemaah yang membutuhkan.
"Saya sebenarnya dalam kondisi yang kurang fit juga, masih minum obat. Tapi saya tidak tega melihat jemaah tidak bisa jalan dan mau menyeberang jalan, habis diturunkan oleh Bus dari Mina di hotel yang bukan tempat dia menginap," paparnya.***
Editor : Jelo Sangaji