LombokPost - Sekitar 20.000 jemaah haji Indonesia telat mendapatkan makanan selama 2 hari, 14 hingga 15 Zulhijjah 1446 H di Arab Saudi.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar pun sudah mengakui hal itu dan telah menemukan solusi mengatasi masalah itu.
Nasaruddin Umar meminta BPKH Limited memberikan kompensasi kepada jemaah yang tidak mendapat makanan tersebut.
Hal itu ditegaskan Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta itu setelah mengecek langsung ke lapangan dan berdialog dengan jemaah, 11 Mei 2025 lalu.
“Kemarin ada keterlambatan distribusi makanan. Kita sudah antisipasi dengan cara jemaah yang tidak dapat makanan dikasih kompensasi uang,” ungkap Nasaruddin Umar.
Dalam kesempatan itu, Menag memerintahkan kepada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memberikan dana kompensasi kepada jemaah yang tidak mendapatkan makanan tanggal 14-15 Zulhijjah 1446 H tersebut.
Menanggapi hal itu, Chief Operating Officer BPKH Limited, Iman Ni’matullah pun meminta maaf kepada para jemaah haji Indonesia. Khususnya, terkait keterlambatan penyediaan makanan tersebut.
Atas dasar itu, BPKH pun akan mengganti rugi dengan memberikan 15 SAR per jemaah untuk makan siang dan malam.
Selain itu, setiap jemaah juga akan mendapatkan 10 SAR untuk ganti rugi sarapan pagi.
Iman Ni’matullah pun menyerahkan dana kompensasi itu secara simbolis di Hotel 614, Makkah, Kamis, 12 Juni 2025.
Adapun total kompensasi yang diberikan kepada jemaah sekitar 900 ribu hingga 1,5 juta SAR untuk sekitar 20 ribu jemaah haji asal Indonesia.
"Bagi jemaah yang tidak mendapatkan makanan selama tanggal 14-15 Zulhijjah akan kami berikan kompensasi," jelas Iman Ni’matullah.
Iman menambahkan BPKH Limited akan menyerahkan dana komlensasi itu secara bertahap.
"Apabila jemaah tak ada waktu karena persiapan pulang ke Tanah Air, maka In sya Allah akan kirimkan melalui rekening masing-masing jemaah," jelasnya.***
Editor : Kimda Farida