Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Iran Berunding dengan Tiga Negara Eropa, Klaim Program Nuklir Bukan untuk Senjata

Lombok Post Online • Selasa, 22 Juli 2025 | 15:15 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost - Iran akan mengadakan perundingan nuklir dengan tiga negara Eropa (E3), di antaranya, Jerman, Prancis dan Inggris pada Jumat (25/7).

Dilansir dari Al Jazeera, sebelumnya tiga menteri luar negeri tiga negara itu dan kepala kebijakan luar negeri Eropa menelepon Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Kamis lalu (17/7). 

Jerman, Prancis, dan Inggris adalah negara yang tersisa dalam kesepakatan nuklir 2015. Ada juga Rusia dan Tiongkok. Sementara Amerika Serikat (AS) menarik diri pada 2018.

”Pertemuan antara Iran, Inggris, Prancis, dan Jerman (E3) akan berlangsung di tingkat wakil menteri luar negeri,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, Senin (21/7).

Pulihkan Sanksi di PBB

E3 berencana akan memulihkan sanksi terhadap Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pada Agustus nanti perjanjian itu berakhir. AS sebenarnya ingin mengadakan perundingan nuklir dengan Iran. Ini terjadi sebelum perang dengan Israel meletus beberapa waktu lalu.

 Baca Juga: Agus Mustofa: Kalau Nuklir Ditekan, Bumi Bisa Gelap dan Manusia Punah

Tidak Sepakat dengan Amerika

Lima kali perundingan antara Teheran dan Washington mengalami kendala. Sebab AS ingin mengurangi pengayaan uranium hingga nol. Alasannya untuk meminimalkan risiko persenjataan.

"Jika E3 ingin berperan, mereka harus bertindak secara bertanggung jawab. Mengesampingkan kebijakan ancaman dan tekanan yang sudah usang. Termasuk snap-back yang sama sekali tidak memiliki dasar moral dan hukum," kata Araghchi.

Sejauh ini, Iran beralasan program nuklirnya hanya untuk tujuan sipil. Bukan sebagai senjata nuklir.

Sementara itu, dilansir dari Euronews, jika diskusi Jumat nanti benar terlaksana, ada kemungkinan keterlibatan Eropa dalam konflik di Iran. Posisi Iran memang terjepit. Mereka sebelumnya menangguhkan kerjasama dengan pengawas nuklir PBB dan mengusir para inspekturnya.

Lapor ke Rusia

Sementara Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan pertemuan mendadak di Kremlin dengan penasihat utama pemimpin tertinggi Iran Ali Larijani, Minggu (20/7). Mereka membicarakan soal nuklir.

Juru Bicara Rusia Dmitry Peskov menyatakan dalam pertemuan itu Larijani menyampaikan situasi terkini Timur Tengah dan program nuklir Iran. “Posisi Rusia yang ingin menstabilkan situasi di kawasan dan penyelesaian politik program nuklir Iran,” ungkapnya.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi

Memang hubungan Rusia dengan pemimpin ulama Iran cukup akrab. Mereka juga memberikan dukungan terhadap petinggi Iran. Namun, saat negara itu dirundung oleh Israel dan Amerika, Rusia diam saja.

Pekan lalu Rusia mengecam pemberitaan dari media AS, Axios, yang mengutip sumber anonim yang mengatakan bahwa Putin telah mendorong Iran menerima kesepakatan dengan Amerika yang akan mencegah negara tersebut memperkaya uranium. (lyn/gas/JPG/r3)

Editor : Pujo Nugroho
#Amerika Serikat #nuklir #iran #eropa #kebijakan