Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

1 Agustus Tarif Impor AS Berlaku, Ini Daftar Negara yang Sepakat dengan Trump

Redaksi Lombok Post • Kamis, 31 Juli 2025 | 19:23 WIB

Isu pemakzulan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump oleh parlemen semakin memguat.
Isu pemakzulan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump oleh parlemen semakin memguat.
LombokPost --Tarif impor AS resmi berlaku pada 1 Agustus! Presiden Trump benar-benar tak main-main dengan ancamannya.

Batas waktu 1 Agustus ini menjadi pukulan telak bagi perdagangan global, termasuk Indonesia.

Sejumlah negara besar pun terpaksa bernegosiasi demi menghindari dampak terburuk dari kebijakan tarif impor AS ini.

"BATAS WAKTU 1 AGUSTUS ADALAH BATAS WAKTU 1 AGUSTUS – IA TETAP KOKOH DAN TIDAK AKAN DIPERPANJANG. HARI BESAR BAGI AMERIKA!!!" tegas Trump di Truth Social, platform media sosialnya, Rabu lalu.

Mulai tengah malam waktu Timur nanti, Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS akan memberlakukan tarif impor AS baru, dengan besaran bervariasi antara 15 hingga 50 persen, bahkan bisa lebih tinggi.

Tembaga, baja, dan aluminium akan dikenakan tarif 50 persen untuk sebagian besar negara, sementara produk farmasi 20 persen.

Gedung Putih mengonfirmasi Trump akan menandatangani perintah eksekutif baru pada Kamis ini. Negara-negara seperti Meksiko, Taiwan, dan Kanada diperkirakan jadi sasaran utama tarif impor AS ini.

Siapa Saja yang Sudah 'Nyerah' dan Teken Kesepakatan dengan AS?

 Menjelang tenggat 1 Agustus, pemerintahan Trump telah 'memaksa' mitra dagang, termasuk Jepang, Uni Eropa, Indonesia, dan Filipina, untuk menandatangani kesepakatan baru.

Mereka menerima tarif impor AS yang lebih tinggi demi akses pasar dan investasi berkelanjutan, serta janji untuk tidak memberlakukan tarif balasan.

 Baca Juga: Mendag Sebut Potensi Pasar Uni Eropa Lebih Besar Ketimbang AS, Analis Nilai Permintaan Investasi Trump Tak Rasional

Uni Eropa: Nyerah 15 Persen!

Uni Eropa (UE) setuju mengenakan tarif 15 persen untuk sebagian besar ekspornya ke AS, termasuk mobil dan obat-obatan.

Ini sebagai imbalan atas tarif nol untuk ekspor AS tertentu, komitmen pembelian gas AS, dan peningkatan investasi. Awalnya, Trump mengancam tarif 30 persen!

Jepang: Investasi Rp 8.800 Triliun, Tarif Jadi 15 Persen

Jepang berhasil menurunkan ancaman tarif 25 persen menjadi 15 persen untuk barang ekspornya ke AS. Sebagai gantinya, Jepang berjanji investasi fantastis sebesar $550 miliar (sekitar Rp 8.800 triliun) di ekonomi AS.

Inggris: Setengah Harga Tarif Baja!

Inggris menyetujui tarif 10 persen untuk ekspornya ke AS. Mereka juga menerima tarif sektoral 25 persen untuk baja dan aluminium, separuh dari tarif 50 persen yang dikenakan pada negara lain.

Korea Selatan: Rp 5.600 Triliun Demi Tarif 15 Persen

Impor Korea Selatan ke AS akan dikenakan tarif 15 persen lebih rendah, sebagai imbalan atas janji investasi $350 miliar (sekitar Rp 5.600 triliun) dan tarif nol untuk ekspor AS seperti mobil dan produk pertanian.

 Baca Juga: Trump Ancam Kenakan Tarif 10 Persen kepada BRICS Tuding Aliansi sebagai Bentuk Kebijakan Anti-Amerika, Indonesia Masih dalam Pembicaraan dengan AS

Indonesia: Tarif Turun Jadi 19 Persen, Beli Boeing!

Indonesia berhasil negosiasi tarif 19 persen untuk ekspornya ke AS, dari ancaman awal 32 persen. Komitmennya? Membeli pesawat Boeing AS dan menghilangkan atau mengurangi hambatan perdagangan. Tarif impor AS ini memang bikin gerah, tapi harus dihadapi.

Vietnam: Barang Transit Kena Pukul 40 Persen

Vietnam setuju tarif 20 persen untuk sebagian besar ekspor ke AS, ditambah tarif 40 persen untuk barang "transshipment" (barang masuk AS via lokasi lain). Juga setuju tarif nol untuk impor AS seperti mobil bermesin besar.

Filipina: Tarif 19 Persen, Plus Kerjasama Militer

Filipina juga tak luput dari tarif impor AS. Mereka setuju tarif 19 persen untuk ekspornya ke AS, dengan tarif nol persen untuk impor AS ke Filipina, disertai komitmen peningkatan kerja sama militer.

Pakistan: Mau Kembangkan Cadangan Minyak Bersama AS

Pakistan menandatangani kesepakatan untuk mengembangkan cadangan minyak bersama AS, meski detail tarif impor AS untuk barang-barang masih belum jelas.

Editor : Redaksi Lombok Post
#Tarif Impor 19 Persen #tarif impor #Donald Trump