Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gunung Berapi Meletus Serentak Usai Gempa 8.8M, Dunia Waspada!

Lalu Mohammad Zaenudin • Selasa, 5 Agustus 2025 | 10:41 WIB

Erupsi gunung di Rusia
Erupsi gunung di Rusia

LombokPost - Fenomena langka 'perarakan letusan' kembali terjadi di Kamchatka, Rusia. Keenam gunung berapi aktif sekaligus, usai gempa raksasa 30 Juli 2025.

Letusan Massal di Zona Cincin Api Pasifik

Dunia dikejutkan dengan letusan serentak enam gunung berapi di Semenanjung Kamchatka, Rusia, hanya beberapa hari setelah gempa bermagnitudo 8.8 mengguncang wilayah tersebut.

Gempa besar yang terjadi pada 30 Juli 2025, dengan pusat gempa sekitar 135 km dari Kamchatka, diyakini mengaktifkan pusat-pusat magma di bawah kerak bumi. Fenomena langka ini dijuluki ilmuwan sebagai "perarakan letusan gunung berapi", yang terakhir tercatat pada tahun 1737.

Mana Saja Gunung Berapi yang Meletus?

Berikut daftar gunung yang saat ini menunjukkan aktivitas tinggi:

  1. Klyuchevskaya Sopka
    Gunung tertinggi dan paling aktif di Kamchatka. Lava dan abu dilaporkan menyembur setinggi 5 km ke udara.

  2. Krasheninnikov
    Meletus untuk pertama kali dalam lebih dari 600 tahun. Kolom abu menjulang hingga 6 km.

  3. Shiveluch
    Gunung setinggi dua mil ini kini dalam fase erupsi aktif, memuntahkan material vulkanik secara berkelanjutan.

  4. Bezymianny
    Menyemburkan awan aerosol berbahaya bagi penerbangan di kawasan sekitarnya.

  5. Karymsky
    Meskipun lebih kecil, letusannya cukup intens dan berdampak lokal.

  6. Avachinsky
    Mulai erupsi usai gempa, bahkan sempat picu peringatan tsunami lokal.

Selain keenam ini, dua gunung lain, Mutnovsky dan Kambalny, juga menunjukkan peningkatan suhu dan rekahan baru, menandakan potensi erupsi berikutnya.

Dr. Alexei Ozerov, Direktur Institut Vulkanologi Rusia menjelaskan:

“Gempa kuat ini memberi suplai energi tambahan pada sistem magma, dan menciptakan rekahan di kerak bumi tempat magma bisa naik.”

Sementara itu, Dr. Jonathan Paul dari Royal Holloway University menyebut letusan Krasheninnikov terjadi sedikit terlambat karena magma butuh waktu menembus jalur baru di kerak bumi.

Bahaya Serius Bagi Penerbangan dan Wisata

Otoritas Rusia telah mengeluarkan peringatan merah untuk penerbangan, menyusul keberadaan abu vulkanik tebal di udara. Jalur pesawat di sekitar kawasan Pasifik kini dipantau ketat.

Area wisata alam seperti Lembah Geyser juga ikut terdampak. Laporan menyebut bau gas menyengat dan abu tebal menyelimuti wilayah tersebut. Opsi evakuasi wisatawan tengah dipertimbangkan.

Ancaman Belum Selesai

Para ahli mengingatkan bahwa siklus letusan ini bisa berlanjut, mengingat 160 gunung berapi aktif masih tersebar di Kamchatka.

“Gunung berapi di zona lengkung seperti Kamchatka, Jepang, hingga Indonesia memang rentan erupsi usai gempa besar,” ujar Prof. Michael Manga, pakar geofisika dari University of California.

Lalu apakah Indonesia bisa terdampak? Belum ada indikasi langsung, tapi wilayah Indonesia juga berada di Cincin Api Pasifik, zona rawan serupa. Masyarakat diharap tetap waspada dan mengikuti arahan BMKG.

Namun hal ini dipastikan bukan pertanda kiamat gunung berapi. Meski sangat langka, fenomena ini adalah reaksi alami dari pergerakan lempeng bumi, bukan tanda kehancuran global.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#ring of fire #berita bencana alam #gempa bumi Pasifik #gunung berapi Kamchatka 2025 #letusan serentak