Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tuding Hamas Lakukan Pelanggaran Gencatan Senjata, Israel kambali Tutup Pintu Perlintasan Rafah

Redaksi Lombok Post • Minggu, 19 Oktober 2025 | 23:25 WIB

TERTAHAN: Truk-truk bermuatan bantuan kemanusiaan di sisi Mesir dari perlintasan Rafah menunggu untuk menyeberang ke Jalur Gaza Rabu (15/10).
TERTAHAN: Truk-truk bermuatan bantuan kemanusiaan di sisi Mesir dari perlintasan Rafah menunggu untuk menyeberang ke Jalur Gaza Rabu (15/10).
LombokPost -- Israel kembali menutup pintu Perlintasan perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir. Penutupan ini akan berlangsung  hingga pemberitahuan lebih lanjut. Hal ini ditegaskan oleh  Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Sabtu (18/10) waktu setempat.

Menurutnya pembukaan kembali perlintasan tersebut akan bergantung pada penyerahan jenazah para sandera oleh Hamas. Dimana kedua belah pihak terus saling menyalahkan atas pelanggaran gencatan senjata.


Pernyataan Netanyahu muncul tak lama setelah Kedutaan Besar Palestina di Mesir mengumumkan bahwa perlintasan Rafah akan dibuka kembali pada hari Senin (20/10) untuk masuk ke Gaza. Pintu Rafah sendiri merupakan pintu utama bagi warga untuk meninggalkan Gaza menuju Mesir.


Pemerintah Netanyahu dan Hamas telah saling tuding atas pelanggaran gencatan senjata yang dimediasi AS. Sabtu malam di Washington, Departemen Luar Negeri AS menklaim telah menerima laporan kredibel yang menunjukkan pelanggaran gencatan senjata oleh Hamas yakni serangan terhadap warga sipil Palestina.


Departemen Luar Negeri AS mengatakan serangan yang direncanakan terhadap warga sipil Palestina akan menjadi "


"Jika Hamas melanjutkan serangan ini, langkah-langkah akan diambil untuk melindungi rakyat Gaza dan menjaga integritas gencatan senjata," kata departemen tersebut dalam sebuah pernyataan, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Hamas membantah tuduhan pelanggaran gencatan senjata pada hari Minggu.
Hamas menuduh otoritas Israel membentuk, mempersenjatai, dan mendanai "geng-geng kriminal" yang melakukan pembunuhan, penculikan, dan membantu penjarahan.


Kelompok militan Palestina tersebut mengatakan bahwa pasukan polisi di Gaza sedang menjalankan tugas mereka dengan mengejar geng-geng tersebut untuk meminta pertanggungjawaban mereka.


"Gerakan ini menyerukan kepada pemerintah AS untuk berhenti mengulangi narasi menyesatkan pendudukan," tambahnya.


Trump mengatakan ia akan mempertimbangkan untuk mengizinkan pasukan Israel melanjutkan pertempuran di Gaza jika Hamas gagal memenuhi kesepakatan gencatan senjata yang ditengahinya.


Kelompok militan tersebut telah melancarkan tindakan keras keamanan di wilayah perkotaan yang ditinggalkan oleh pasukan Israel, menunjukkan kekuatannya melalui eksekusi publik dan bentrokan dengan klan bersenjata setempat.

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#gencatan senjata #Israel #gaza #Palestina