AS akan menurunkan tarif impor, sementara Tiongkok berkomitmen mengurangi kontrol ekspor tanah jarang (rare earth). Kedua negara adidaya itu juga sepakat meningkatkan kerja sama untuk meredakan konflik di Ukraina.
Pertemuan Trump dan Xi Jinping berlangsung tertutup selama satu jam empat puluh menit di Pangkalan Udara Gimhae, Busan, setelah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC).
Meskipun keduanya tampak akrab, tidak ada pernyataan langsung yang disampaikan kepada media.
"Saya pikir pertemuan tadi adalah momen yang luar biasa," kata Trump di atas pesawat Air Force One, dikutip dari AFP.
Trump mengungkapkan beberapa kompromi ekonomi yang telah disepakati, di antaranya Tiongkok akan membeli kedelai dan berbagai produk pertanian Amerika dalam jumlah besar. Selain itu, kedua pihak juga menyepakati perpanjangan pasokan tanah jarang, komponen penting dalam industri elektronik. Menurut Trump, kesepakatan ini akan menguntungkan Amerika dan perekonomian global.
"Pemimpin Tiongkok juga setuju untuk bekerja keras menghentikan aliran opioid fentanyl yang mematikan," katanya.
Sebelumnya, AS berencana mengenakan tarif 20 persen terhadap fentanyl impor, namun setelah pertemuan tersebut, tarif itu dikurangi menjadi 10 persen. Trump juga menyebutkan bahwa tarif umum terhadap produk Tiongkok kini diturunkan menjadi 47 persen dari sebelumnya 57 persen.
Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR), Jamieson Greer, seperti dilansir dari Chosun, menyatakan bahwa Tiongkok sepakat mempertahankan pasokan tanah jarang dan mineral utama bagi pasar internasional. Ia menilai perang dagang antara Amerika dan Tiongkok kini memasuki fase resolusi sementara.
Di luar isu ekonomi, kedua pemimpin menyatakan komitmen untuk mendukung upaya mengakhiri perang di Ukraina, meskipun topik mengenai Taiwan tidak dibahas.
Dilansir dari South China Morning Post, Kementerian Perdagangan Tiongkok menyatakan bahwa Beijing dan Washington telah mencapai konsensus terkait tarif, kontrol ekspor, dan biaya pelabuhan sejak pertemuan di KTT ASEAN di Malaysia. Gencatan senjata perang dagang yang sebelumnya berlaku hingga Agustus kini diperpanjang selama satu tahun.
AS juga akan menangguhkan penerapan aturan baru terhadap Entity List (daftar yang membatasi ekspor ke entitas asing yang dianggap berisiko) dan menunda selama satu tahun investigasi Pasal 301 yang menargetkan industri maritim, logistik, dan pembuatan kapal Tiongkok. Kedua negara juga berkomitmen untuk meningkatkan investasi bersama, sementara Tiongkok sepakat bekerja sama dengan Amerika untuk menyelesaikan isu terkait aplikasi TikTok.
Editor : Redaksi Lombok Post