Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Zohran Mamdani Guncang Dunia: Wali Kota Muslim Pertama New York Tantang Zionis dan Bela Palestina

Alfian Yusni • Rabu, 5 November 2025 | 12:21 WIB
Zohran Mamdani berdiri di sisi kemanusiaan, bukan kekuasaan. (Foto: instagram)
Zohran Mamdani berdiri di sisi kemanusiaan, bukan kekuasaan. (Foto: instagram)

LombokPost - Zohran Mamdani mengguncang dunia. Sosok politisi muda berwajah tenang itu kini resmi menjabat sebagai Wali Kota Muslim pertama New York, menorehkan sejarah baru dalam politik Amerika Serikat.

Kemenangan Zohran Mamdani bukan sekadar pergantian kekuasaan di kota megapolitan itu. Ini adalah sinyal perubahan ideologis besar, yang menembus batas ras, agama, dan bahkan geopolitik dunia.

Dan seperti yang sudah banyak diprediksi, Zohran Mamdani tampil bukan sekadar pemimpin kota, tetapi simbol solidaritas global untuk Palestina.

Figur yang Mengguncang Status Quo

Lahir dari keluarga Gujarat, India, di Uganda, dan tumbuh besar di New York, Zohran Mamdani adalah potret diaspora yang tak pernah kehilangan akar. Ia memahami makna penindasan dan perjuangan.

Meski tidak bisa mencalonkan diri sebagai presiden AS karena lahir di luar negeri, Zohran Mamdani berhasil mencetak sejarah dengan memenangkan jantung ekonomi dunia: New York City.

Namun yang membuatnya benar-benar viral bukan hanya agamanya, tapi sikap politiknya yang tegas terhadap Israel.

Janji yang Menggetarkan Dunia

Dalam kampanye, Zohran Mamdani membuat dunia politik Amerika terbelalak dengan janjinya untuk “mematuhi keputusan Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC)”, bahkan jika itu berarti menangkap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bila berkunjung ke New York untuk sidang PBB.

Tentu saja, secara hukum itu mustahil dilakukan. Amerika bukan penandatangan Statuta Roma, dan kekuasaan wali kota terbatas pada urusan kota.

Namun, pesan politiknya jelas: Zohran Mamdani berdiri di sisi kemanusiaan, bukan kekuasaan.

 

Janji retorik itu justru memperkuat citranya sebagai pemimpin moral baru, yang berani menentang arus besar politik Amerika yang selama ini pro-Israel.

Sosialis Demokratik dan Solidaritas Palestina

Sebagai anggota Partai Demokrat sayap sosialis, Zohran Mamdani sejalan dengan Bernie Sanders dan Alexandria Ocasio-Cortez (AOC).

Namun, Mamdani lebih progresif. Ia mendukung solusi satu negara (one-state solution), di mana Yahudi dan Palestina hidup bersama dalam negara sekuler yang setara.

Ini berbeda dari pandangan mainstream Demokrat yang masih memegang konsep two-state solution.

Dalam setiap pidatonya, Zohran Mamdani menegaskan: “Keadilan untuk Palestina adalah keadilan untuk seluruh umat manusia.”

Pernyataannya menggema di media sosial, terutama di kalangan Gen Z dan milenial, yang semakin vokal menolak kekejaman di Gaza.

Baca Juga: Wasit Final Liga Champions Nilai Liverpool Harusnya Dapat Penalti Lawan Real Madrid di Anfield

Bentrokan dengan Zionis dan Trump

Tak butuh waktu lama, kemenangan Zohran Mamdani memicu reaksi keras dari kelompok pro-Zionis.

Donald Trump bahkan melontarkan ancaman untuk menghentikan aliran dana federal ke New York selama Mamdani berkuasa.

Bagi Trump dan para kapitalis New York, kebijakan sosialis Mamdani, seperti bus gratis dan pajak tinggi untuk orang kaya, dianggap ancaman serius.

 

Namun Mamdani tak gentar. Ia menegaskan bahwa kebijakan progresif bukan anti-Amerika, melainkan pro-rakyat.

Yang menarik, Zohran Mamdani juga vokal mendukung hak-hak LGBTQ+, pendidikan publik gratis, dan akses kesehatan universal.

Bagi sebagian kelompok konservatif, kombinasi Muslim + sosialis + pro-LGBTQ terdengar kontradiktif. Tapi justru di situlah daya tariknya.

Mamdani mewakili wajah baru Amerika, plural, progresif, dan berani melawan kemunafikan politik.

Makna Bagi Palestina dan Dunia

Meski kekuasaan wali kota terbatas, kemenangan Zohran Mamdani menyalakan harapan baru.

Ia menjadi simbol bahwa perubahan bisa datang dari dalam sistem Amerika sendiri. Faksi sosialis demokratik kini semakin kuat, terutama di kalangan muda.

Generasi baru yang menolak perang, menolak kapitalisme ekstrem, dan menolak pembantaian di Palestina.

Bagi dunia Islam, kemenangan Zohran Mamdani adalah pesan kuat:

Bahwa Islam, keadilan sosial, dan keberanian bisa bersatu dalam satu sosok pemimpin yang mengguncang dunia. (***)

Editor : Alfian Yusni
#wali kota muslim #Palestina #Pertama #Zohran Mamdani #new york