Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

China Resmikan Kapal Induk Fujian, Tercanggih dan Terbesar Sepanjang Sejarah Militer Negeri Tirai Bambu

Alfian Yusni • Sabtu, 8 November 2025 | 13:13 WIB
Fujian kini menjadi kapal induk terbesar ketiga di dunia setelah kelas Nimitz dan Ford milik Angkatan Laut AS. (ist)
Fujian kini menjadi kapal induk terbesar ketiga di dunia setelah kelas Nimitz dan Ford milik Angkatan Laut AS. (ist)

LombokPost - Militer China kembali unjuk gigi di lautan. Pada Rabu, 5 November 2025, Tentara Pembebasan Rakyat Angkatan Laut (PLAN) resmi mengoperasikan kapal induk terbaru Fujian, yang disebut sebagai kapal induk terbesar dan tercanggih dalam sejarah militer China.

Langkah bersejarah ini sekaligus menandai babak baru rivalitas militer antara China dan Amerika Serikat di kawasan Indo-Pasifik.

Upacara peluncuran kapal induk Fujian digelar di Pangkalan Angkatan Laut Sanya, Pulau Hainan.

Presiden Xi Jinping hadir langsung memimpin prosesi, sekaligus memeriksa setiap bagian kapal dari dek hingga sistem kendali.

Dalam acara itu, Xi menyerahkan bendera militer kepada komandan kapal sebagai simbol kepercayaan dan kesiapan tempur.

Turut mendampingi Xi, Cai Qi selaku Kepala Staf, Wakil Perdana Menteri Zhang Guoqing, serta Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Zhang Shengmin yang memimpin jalannya upacara.

Fujian Jadi Simbol Kebangkitan Militer China

Dengan bobot mencapai 80.000 ton, Fujian kini menjadi kapal induk terbesar ketiga di dunia setelah kelas Nimitz dan Ford milik Angkatan Laut AS yang masing-masing berbobot lebih dari 100.000 ton.

Meski secara ukuran masih di bawah kapal induk Amerika, Fujian menandai ambisi China menyaingi dominasi Washington di laut lepas.

Saat ini, Angkatan Laut AS memiliki 11 kapal induk aktif, namun kemunculan Fujian menjadi sinyal kuat bahwa China siap menantang supremasi tersebut.

 

Sebelumnya, China memiliki dua kapal induk: Liaoning dan Shandong. Keduanya masih menggunakan desain lama dengan sistem “lompatan ski” di ujung dek, yang membatasi kemampuan peluncuran jet tempur berbobot besar.

Namun kini, Fujian membawa lompatan teknologi besar. Kapal induk ini adalah yang pertama di Asia menggunakan sistem ketapel elektromagnetik (EMALS), teknologi yang sebelumnya hanya dimiliki oleh Amerika melalui kapal induk kelas Ford.

Teknologi Setara Amerika, Dibangun 100 Persen di Dalam Negeri

Dengan sistem EMALS, Fujian mampu meluncurkan jet tempur J-35 dan J-15T, serta pesawat peringatan dini KJ-600.

Kapal ini juga disiapkan membawa pesawat tanpa awak dan helikopter tempur pendukung misi.

Berbeda dari dua kapal pendahulunya, Fujian dirancang dan dibangun sepenuhnya oleh industri pertahanan dalam negeri China, tanpa bergantung pada desain asing.

Langkah ini menjadi simbol kebangkitan industri militer nasional dan bukti bahwa China kini mampu memproduksi kapal induk berteknologi tinggi secara mandiri.

Para pengamat menilai, kapal induk Fujian akan memperkuat kemampuan ofensif dan defensif Angkatan Laut China secara signifikan.

Dengan kapasitas hingga 70 pesawat dan helikopter, serta sistem pertahanan canggih penangkal rudal, Fujian dapat beroperasi jauh hingga Samudra Hindia dan Pasifik Selatan.

Peringatan untuk Amerika dan Sekutunya

Kehadiran kapal induk Fujian jelas menjadi perhatian serius bagi Amerika Serikat dan sekutunya.

 

Dalam beberapa tahun terakhir, ketegangan antara Beijing dan Washington meningkat, terutama soal Laut China Selatan dan Selat Taiwan.

Kini, dengan Fujian, posisi tawar China di kawasan strategis Indo-Pasifik semakin kuat.

Bagi AS, perkembangan ini adalah peringatan strategis. Selama ini, kapal induk menjadi simbol kekuatan global Washington, dan kini Beijing mulai menyaingi supremasi itu.

Langkah Besar Menuju Kekuatan Militer Dunia

Peluncuran kapal induk Fujian sejalan dengan ambisi Xi Jinping menjadikan China sebagai kekuatan militer kelas dunia pada 2035.

Dalam pidatonya, Xi sering menekankan pentingnya modernisasi militer sebagai bagian dari visi “kebangkitan bangsa China.”

Meski begitu, analis barat mengingatkan bahwa operasional kapal induk sekompleks ini butuh pengalaman panjang, terutama dalam koordinasi udara dan laut.

Amerika Serikat sudah berpuluh tahun mengasah kemampuan itu, sementara China masih dalam tahap pengembangan.

Namun, tetap saja, Fujian menjadi game changer dalam peta kekuatan maritim Asia.

Kini, dengan tiga kapal induk aktif, Liaoning, Shandong, dan Fujian,  China siap memperluas pengaruh militernya di perairan internasional.

Fujian bukan sekadar kapal induk, tapi simbol ambisi, teknologi, dan kekuatan baru dari negeri Tirai Bambu. (***)

 

Editor : Alfian Yusni
#Fujian #Presiden Xi Jinping #kapal induk Fujian #kapal induk terbesar dan tercanggih dalam sejarah militer China