LombokPost - Jumlah wisatawan asal Tiongkok yang berkunjung ke Jepang anjlok hampir separo pada Desember lalu.
Data Kementerian Transportasi Jepang, Selasa (20/1), mencatat kedatangan turis dari Tiongkok daratan turun sekitar 45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sekarang menjadi sekitar 330 ribu orang.
Penurunan itu terjadi di tengah memburuknya hubungan diplomatik Beijing dan Tokyo terkait isu keamanan Taiwan.
Meski demikian, Jepang tetap menjadi destinasi favorit wisatawan asing.
Sepanjang tahun lalu, sebanyak 42,7 juta turis mancanegara berkunjung ke Jepang, melampaui rekor sebelumnya pada 2024 yang hampir mencapai 37 juta orang.
Penurunan wisatawan Tiongkok mulai terasa sejak akhir tahun lalu, setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan Jepang dapat terlibat secara militer jika Tiongkok mencoba menginvasi Taiwan.
Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari Beijing.
Tiongkok selama ini tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan untuk mengambil alih Taiwan.
Sementara, Taiwan adalah pulau yang memiliki pemerintahan sendiri.
Takaichi menegaskan bahwa krisis di Selat Taiwan bisa memicu pengerahan Pasukan Bela Diri Jepang apabila konflik tersebut menimbulkan ancaman eksistensial bagi negaranya.
Pernyataan itu disampaikan beberapa pekan setelah Takaichi bertemu Presiden China Xi Jinping dalam KTT Apec di Korea Selatan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara sepakat membangun hubungan yang konstruktif dan stabil.
Namun, setelah komentar soal Taiwan, Tiongkok menyerukan warganya untuk tidak bepergian ke Jepang dengan alasan keamanan.
Ketegangan berkepanjangan terkait Taiwan dinilai berisiko bagi industri pariwisata Jepang. Selama ini, Tiongkok merupakan sumber wisatawan terbesar.
Pada sembilan bulan pertama 2025, hampir 7,5 juta turis Tiongkok datang ke Jepang, atau sekitar seperempat dari total wisatawan asing.
Pada kuartal ketiga tahun lalu, wisatawan Tiongkok membelanjakan dana hingga USD 3,7 miliar di Jepang.
Menteri Transportasi Jepang Yasushi Kaneko meremehkan penurunan jumlah turis Tiongkok pada Desember.
Dia menyebut capaian lebih dari 40 juta wisatawan asing dalam setahun sebagai prestasi signifikan.
“Meski jumlah wisatawan Tiongkok menurun pada Desember, kami berhasil menarik cukup banyak pengunjung dari negara dan kawasan lain untuk menutupinya,” ujarnya seperti dilansir dari The Guardian.
Dia berharap wisatawan Tiongkok dapat kembali secepat mungkin. (lyn/len/JPG/r3)
Editor : Kimda Farida