Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PM Australia Kecam Pernyataan Donald Trump Terkait Peran Pasukan Sekutu di Afganistan

Redaksi Lombok Post • Minggu, 25 Januari 2026 | 23:36 WIB

RESMI: Presiden Donald Trump memasukkan Syria dan pemegang paspor Otoritas Palestina dalam daftar negara yang terkena larangan perjalanan ke Amerika Serikat.
RESMI: Presiden Donald Trump memasukkan Syria dan pemegang paspor Otoritas Palestina dalam daftar negara yang terkena larangan perjalanan ke Amerika Serikat.
LombokPost — Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, melontarkan kritik keras terhadap pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang dinilai meremehkan kontribusi pasukan non-AS selama konflik di Afganistan.

Polemik ini bermula dari sesi wawancara Trump dengan Fox News yang menyebut bahwa NATO hanya mengirim "beberapa pasukan" dan cenderung "sedikit mundur dari garis depan".

Albanese menegaskan bahwa pernyataan tersebut sangat melukai perasaan keluarga para prajurit yang telah gugur dalam tugas.

Menurutnya, kontribusi tentara internasional, khususnya dari Australia, tidak selayaknya dipandang sebelah mata.

"Sebanyak 47 keluarga Australia akan terluka oleh komentar-komentar ini, mereka pantas mendapatkan rasa hormat mutlak kami, kekaguman kami," kata Albanese dalam sesi wawancara bersama ABC.


Lebih lanjut, Albanese menekankan bahwa sekitar 40.000 personel militer Australia telah bertugas di Afganistan dengan penuh keberanian. Ia menyatakan bahwa pasukan Australia selalu berada di garis depan bersama sekutu lainnya untuk memperjuangkan nilai-nilai demokrasi dan kebebasan.

"Mereka pantas mendapatkan rasa hormat kami," tegas Albanese.

Sentimen serupa juga datang dari London. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, sebelumnya telah melabeli pernyataan Trump sebagai sesuatu yang "mengerikan". Tekanan diplomasi dari para sekutu di Eropa dan Australia nampaknya memaksa Trump untuk memberikan klarifikasi.


Menanggapi gelombang kemarahan dari negara-negara sekutu, Donald Trump melalui platform Truth Social memberikan pernyataan tindak lanjut yang cenderung melunak.

Ia memberikan penghormatan khusus kepada militer Inggris Raya dan mengakui besarnya pengorbanan yang telah diberikan.

"Para prajurit hebat dan sangat berani dari Inggris Raya akan selalu bersama Amerika Serikat!" tulis Trump.

Trump juga merujuk pada jumlah korban jiwa yang jatuh dari pihak Inggris sebagai bukti nyata dari dedikasi sekutu di medan perang.

"Di Afghanistan, 457 orang tewas, banyak yang terluka parah, dan mereka termasuk di antara para pejuang terhebat. Ini adalah ikatan yang terlalu kuat untuk pernah diputus," pungkasnya.

Hingga saat ini, isu tersebut masih menjadi perhatian serius dalam dinamika hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dengan negara-negara anggota koalisi internasional.

Editor : Redaksi Lombok Post
#Anthony Albanese #Amerika Serikat #Donald Trump