Tragedi tersebut terjadi ketika helikopter Black Hawk milik Angkatan Darat AS bertabrakan di udara dengan American Eagle Penerbangan 5342, yang tengah melakukan pendekatan akhir ke Landasan Pacu 33. Kedua pesawat jatuh ke Sungai Potomac yang dingin. Tidak ada satu pun korban selamat.
Pasca kecelakaan, Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) memangkas jumlah kedatangan pesawat per jam di Bandara Reagan National hingga 6 persen.
Seiring perbaikan jumlah petugas menara pengawas, pembatasan itu kini dilonggarkan menjadi 3 persen. Sebagian besar penerbangan helikopter di sekitar bandara dihentikan, dan rute yang digunakan Black Hawk pada malam kejadian ditutup permanen.
Ketua Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) Jennifer Homendy menegaskan, kecelakaan tersebut bukan akibat satu kesalahan tunggal. Ia menyebut adanya rangkaian kegagalan sistem dan peringatan yang diabaikan selama bertahun-tahun.
“Kita seharusnya marah. Ini 100 persen dapat dicegah,” kata Homendy. “Kami sudah lama mengeluarkan rekomendasi yang relevan. Selama lebih dari lima dekade kami membahas soal ‘melihat dan menghindari’. Ini memalukan,” ujarnya, seperti dikutip dari fox5dc.com.
NTSB telah mengeluarkan puluhan rekomendasi keselamatan baru untuk meningkatkan pelatihan, kecukupan personel, serta budaya keselamatan di tubuh FAA dan Angkatan Darat AS. Namun bagi keluarga korban, rekomendasi saja tidak cukup.
Sejumlah keluarga telah mengajukan gugatan hukum terhadap maskapai, FAA, dan Angkatan Darat Amerika Serikat.
Mereka menilai tabrakan tersebut dapat diprediksi dan sepenuhnya bisa dicegah, serta menuding adanya kelalaian serius dari pemerintah dan pihak maskapai.
Dalam acara doa bersama yang digelar Rabu malam, para petugas penyelamat dianugerahi medali atas keberanian dan dedikasi mereka. Senator Texas Ted Cruz turut hadir dan menyampaikan bahwa rancangan undang-undang terkait kewajiban penggunaan sistem pelacak canggih pada pesawat kini hampir rampung.
Satu tahun berlalu. Luka belum sepenuhnya sembuh. Dan pertanyaan besar masih menggantung: mengapa peringatan yang ada tak pernah benar-benar didengar?
Editor : Marthadi