Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Konflik di Pakistan Tewaskan 125 Orang

Lombok Post Online • Senin, 2 Februari 2026 | 11:40 WIB
JAGA KEAMANAN: Personel keamanan menutup jalan menuju lokasi ledakan di Quetta, Pakistan sehari setelah serangan oleh separatis Baloch, Minggu (1/2).
JAGA KEAMANAN: Personel keamanan menutup jalan menuju lokasi ledakan di Quetta, Pakistan sehari setelah serangan oleh separatis Baloch, Minggu (1/2).

LombokPost - Serangkaian serangan bunuh diri dan penembakan yang dilakukan kelompok separatis Baloch mengguncang Provinsi Balochistan, Pakistan barat daya, Sabtu (31/1).

Militer Pakistan melaporkan sedikitnya 33 orang tewas yang terdiri dari sipil dan militer. Dalam operasi balasan, aparat keamanan menewaskan 92 militan. Sehingga total korban mencapai 125 orang.

Analis menyebut insiden tersebut sebagai hari paling mematikan bagi kelompok militan dalam beberapa dekade terakhir di wilayah itu. Serangan berlangsung hampir bersamaan di sejumlah distrik.

Target meliputi warga sipil, kantor polisi, instalasi paramiliter, penjara dengan pengamanan tinggi, hingga jalur transportasi.

Kelompok bersenjata juga dilaporkan merusak rel kereta api, menyebabkan Pakistan Railways menghentikan sementara layanan kereta dari dan menuju Balochistan.

Dilansir dari The Guardian, kelompok terlarang Baloch Liberation Army (BLA) mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Dalam aksinya, militan dilaporkan membakar puluhan kendaraan, merampok bank, serta menyerang kantor polisi.

BLA merupakan organisasi terlarang di Pakistan dan telah ditetapkan sebagai kelompok teroris oleh Amerika Serikat.

Pemerintah Pakistan juga menuding kelompok separatis Baloch dan Taliban Pakistan memanfaatkan wilayah Afganistan untuk melancarkan serangan.

Di distrik Mastung, puluhan militan menyerbu sebuah penjara dan membebaskan lebih dari 30 narapidana.

Sementara itu, upaya penyerbuan ke markas pasukan paramiliter di Nushki berhasil digagalkan aparat. Serangan di sejumlah pos keamanan di Balincha, Tump, dan Kharan juga berhasil dipatahkan. Di Quetta, ibu kota provinsi, dua polisi tewas akibat serangan granat terhadap kendaraan patroli.

Pemerintah setempat langsung menetapkan status darurat di seluruh rumah sakit.

“Sebagian besar serangan berhasil digagalkan,” kata Juru bicara pemerintah Provinsi Balochistan, Shahid Rind.

Sementara itu, Kepala Menteri Balochistan Sarfraz Bugti mengatakan aparat keamanan masih melakukan pengejaran terhadap sisa-sisa kelompok bersenjata.

Dia mengklaim sekitar 700 militan telah tewas sepanjang satu tahun terakhir. (lyn/len/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
#keamanan #pakistan #afganistan #serangan #militer