LombokPost - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa serangan terhadap ladang gas South Pars di Iran dilakukan oleh Israel, dan menegaskan Amerika Serikat serta Qatar tidak terlibat dalam operasi tersebut.
Dalam pernyataannya di media sosial Truth Social, Trump juga menyebut Washington tidak mengetahui rencana serangan tersebut.
“Serangan ke ladang gas South Pars dilakukan oleh Israel. Amerika Serikat tidak terlibat dan tidak mengetahui sebelumnya, dan Qatar juga sama sekali tidak tahu,” tulis Trump, seperti dikutip Kamis (19/3).
Fasilitas energi di Asaluyeh, yang merupakan bagian dari ladang gas terbesar di dunia, dilaporkan menjadi target serangan pada 27 Esfand 1404. Pejabat keamanan di Provinsi Bushehr menyebut fase 3, 4, 5, dan 6 dari proyek tersebut terdampak.
Menyusul serangan itu, Islamic Revolutionary Guard Corps dilaporkan melancarkan serangan balasan terhadap fasilitas minyak dan gas di Qatar serta Arab Saudi.
Menanggapi perkembangan tersebut, Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Iran.
“Jika Iran menyerang Qatar, Amerika Serikat akan menargetkan seluruh ladang gas South Pars secara besar-besaran,” ujarnya.
Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi konflik yang semakin meluas di kawasan Timur Tengah, dengan infrastruktur energi kini menjadi salah satu sasaran utama dalam rangkaian serangan.