LombokPost-- Pernyataan terbaru dari juru bicara militer Brigade Al-Qassam Abu Ubaida, memicu perhatian luas di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.
Dalam pernyataannya, Abu Ubaida menyampaikan apresiasi terhadap serangan rudal yang dilakukan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps ke wilayah yang ia sebut sebagai “kedalaman wilayah musuh”, Sabtu (21/3) malam.
Ia mengklaim serangan tersebut menggunakan taktik baru dan menyebabkan banyak korban.
Menurutnya, serangan itu merupakan respons atas agresi yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, sekaligus sebagai balasan atas konflik yang terjadi di Gaza, Palestina.
Abu Ubaida juga menegaskan bahwa pihak yang ia sebut sebagai “musuh” hanya memahami pendekatan kekuatan. Ia menilai tekanan militer yang besar diperlukan untuk menghentikan eskalasi konflik yang terus berlangsung.
Lebih lanjut, ia menggambarkan Iran sebagai salah satu garis pertahanan utama bagi dunia Islam saat ini.
Ia juga menyerukan kepada negara dan masyarakat di kawasan untuk bersatu menghadapi apa yang disebutnya sebagai ancaman bersama.
Pernyataan ini kembali menunjukkan meningkatnya tensi dan retorika keras dari berbagai pihak di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda mereda.
Situasi di kawasan Timur Tengah saat ini terus menjadi perhatian global, dengan berbagai pihak internasional menyerukan deeskalasi dan penyelesaian melalui jalur diplomasi.
Editor : Kimda Farida