LombokPost-- Dampak perang di Iran kian mengkhawatirkan.
Data terbaru yang dirilis oleh Iranian Red Crescent Society mengungkap skala kerusakan sipil yang jauh lebih besar dari perkiraan sebelumnya.
Dalam laporan tersebut, tercatat sebanyak 117.239 unit sipil mengalami kerusakan akibat konflik yang terus berkecamuk.
Dari jumlah itu, 93.544 merupakan rumah warga yang tersebar di berbagai wilayah.
Kondisi paling parah terjadi di ibu kota Tehran, di mana 46.437 unit rumah dan bangunan komersial dilaporkan terdampak langsung oleh serangan.
Tak hanya hunian, fasilitas vital masyarakat juga ikut menjadi korban. Sedikitnya:
316 rumah sakit, klinik, dan pusat darurat rusak.
763 sekolah terdampak, 18 pusat layanan Palang Merah Iran hancur, 48 kendaraan operasional dan 3 helikopter penyelamat musnah.
Angka-angka ini menunjukkan bahwa dampak perang tidak lagi terbatas pada target militer semata.
Infrastruktur sipil kini ikut menjadi sasaran, memperburuk krisis kemanusiaan yang terjadi.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran global, karena semakin banyak warga sipil yang kehilangan tempat tinggal, akses pendidikan, dan layanan kesehatan.
Sumber laporan ini berasal dari media independen Drop Site, yang mengutip langsung data resmi dari otoritas kemanusiaan Iran.
Editor : Kimda Farida