Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dua Menit Terkini, Konflik Iran-AS-Israel: Rudal Dicegat di Kuwait hingga Gejolak Internal AS

Lalu Mohammad Zaenudin • Jumat, 3 April 2026 | 22:27 WIB
Ilustrasi perang Iran-AS-Israel.
Ilustrasi perang Iran-AS-Israel.

 

LombokPost - Konflik Iran–Amerika Serikat terus memanas dengan eskalasi yang kini melibatkan kawasan lebih luas. Kuwait mengonfirmasi sistem pertahanan udaranya aktif mencegat serangan rudal, menandakan meluasnya ancaman ke negara-negara Teluk.

 

Perkembangan ini menjadi bagian dari rangkaian peristiwa yang semakin kompleks dalam beberapa hari terakhir.

 

Di tingkat global, United Nations Security Council dijadwalkan melakukan pemungutan suara atas resolusi yang diajukan Bahrain untuk melindungi jalur pelayaran di Selat Hormuz. Resolusi tersebut membuka kemungkinan penggunaan “segala cara defensif yang diperlukan” untuk menjaga keamanan kapal komersial.

 

Sementara itu, Iran dikabarkan tengah menyusun protokol kerja sama dengan Oman untuk mengawasi—namun tidak membatasi—lalu lintas di Selat Hormuz.

 

Di tengah eskalasi ini, Sekretaris Jenderal United Nations, António Guterres, mengeluarkan peringatan keras.

Baca Juga: Geger! Puluhan Ribu Rumah Hancur di Iran, Data Terbaru Ungkap Dampak Perang yang Mengerikan


“Spiral kematian dan kehancuran ini harus segera dihentikan,” ujarnya.

 

Namun di lapangan, konflik justru semakin meluas. Kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah meluncurkan serangan rudal balistik ke target Israel, dalam operasi yang disebut dilakukan bersama Iran dan Hezbollah.

 

Di sisi lain, Amerika Serikat terus meningkatkan tekanan militer. Serangan terhadap jembatan strategis di Iran menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai sekitar 100 lainnya. Presiden Donald Trump bahkan memamerkan rekaman serangan tersebut dan memperingatkan akan ada serangan lanjutan.

 

“Akan ada lebih banyak lagi,” katanya.

 

Di dalam negeri AS, dinamika internal juga memanas. Menteri Pertahanan Pete Hegseth dilaporkan meminta Kepala Staf Angkatan Darat Randy George untuk mundur, menambah ketidakstabilan di tubuh Pentagon.

 

Baca Juga: Iran Kembali Tangkap Pengacara HAM Terkenal

Dampak konflik ini juga terasa langsung di pasar global. Harga minyak melonjak tajam—Brent naik hampir 8 persen, sementara harga minyak AS bahkan melesat lebih dari 11 persen dalam perdagangan yang fluktuatif.

 

Kenaikan ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap gangguan berkepanjangan pada pasokan energi dunia, terutama dari kawasan Teluk.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#selat hormuz #iran #as