Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pasokan Energi Mulai Terancam, Korea Selatan Minta Jaminan Teluk

Lalu Mohammad Zaenudin • Minggu, 5 April 2026 | 11:05 WIB
Rapat yang dipimpin oleh Koo Yun Cheol/Photograph: YONHAP/EPA
Rapat yang dipimpin oleh Koo Yun Cheol/Photograph: YONHAP/EPA

 

 

LombokPost - Dampak perang Iran mulai mengguncang Asia. Menteri Keuangan Korea Selatan Koo Yun-cheol bergerak cepat mengamankan pasokan energi dan keselamatan kapal di tengah krisis Selat Hormuz.

 

Dalam pertemuan dengan para duta besar negara Teluk yang tergabung dalam Gulf Cooperation Council (GCC), Seoul meminta jaminan pasokan energi tetap stabil di tengah gangguan distribusi global.

 

Korea Selatan secara khusus menyoroti kebutuhan minyak, gas alam cair (LNG), hingga bahan industri seperti nafta dan urea.

 

“Pasokan harus tetap terjaga,” menjadi pesan utama dalam pertemuan tersebut, seperti dikutip Minggu (5/4) .

 

Baca Juga: Mantan Bos Nuklir Dunia Panik, Peringatkan Konflik Meledak
Selain itu, pemerintah Korea juga menekankan aspek keamanan.

 

Mereka meminta perlindungan terhadap kapal dan awak Korea Selatan yang melintasi Selat Hormuz—jalur strategis yang kini menjadi titik panas konflik.

 

Sebagai respons, para duta besar negara Teluk memberikan jaminan.

 

Mereka menyebut Korea Selatan sebagai “prioritas utama” dan berkomitmen menjaga komunikasi erat untuk memastikan stabilitas pasokan energi.

 

Selat Hormuz, yang sebelumnya mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, kini menjadi titik krisis global sejak konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pecah pada Februari.

 

Bagi negara seperti Korea Selatan—yang sangat bergantung pada impor energi—gangguan kecil saja bisa berdampak besar pada ekonomi nasional.

Baca Juga: Iran Tak Gentar, Ultimatum Trump Ditolak Mentah-Mentah Lagi

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#energi #selat hormuz #Korea Selatan