Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sumpah Serapah Trump ke Iran, Emosi Hormuz Belum Dibuka Juga

Lalu Mohammad Zaenudin • Minggu, 5 April 2026 | 22:41 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: Getty Images)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: Getty Images)

 

LombokPost - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memanaskan konflik dengan Iran setelah melontarkan ancaman terbuka terhadap infrastruktur vital negara tersebut melalui media sosial Truth Social, Sabtu (5/4/2026).

“Selasa akan menjadi hari pembangkit listrik, dan hari jembatan, semuanya sekaligus di Iran. Tidak akan ada yang seperti ini!!!” tulis Trump.

 

Ia kemudian mendesak Iran untuk membuka jalur Selat Hormuz yang menjadi urat nadi distribusi energi global.

 

“Buka Selat itu sekarang juga, kalian bajingan gila, atau kalian akan hidup dalam neraka — LIHAT SAJA!” lanjutnya.

 

Pernyataan tersebut mempertegas ancaman langsung terhadap infrastruktur sipil seperti pembangkit listrik dan jembatan, yang dalam konteks hukum internasional tergolong objek vital bagi kehidupan masyarakat.

 

Baca Juga: Puskesmas Dibebani Target Rp 3 Miliar, PAD Digenjot

Secara geopolitik, tekanan terhadap Selat Hormuz menunjukkan bahwa perang kini tidak hanya menyasar kekuatan militer, tetapi juga jalur ekonomi global. Jalur ini mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, sehingga setiap gangguan berpotensi mengguncang pasar energi internasional.

 

Nada agresif Trump juga dinilai mencerminkan eskalasi strategi komunikasi perang—di mana ancaman tidak lagi disampaikan secara diplomatis, tetapi secara terbuka sebagai bagian dari tekanan psikologis terhadap lawan.

 

Dengan pernyataan ini, risiko meluasnya konflik semakin besar, terutama jika serangan terhadap infrastruktur sipil benar-benar direalisasikan.

 

“Segala puji bagi Allah. Presiden DONALD J. TRUMP,” tulisnya menutup pernyataan tersebut.

 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#hormuz #amerika #iran #Donald Trump