LombokPost - Kelompok bersenjata Hizbullah mengklaim telah menyerang kapal perang Israel menggunakan rudal jelajah di lepas pantai Lebanon, Minggu (5/4). Serangan ini disebut sebagai klaim pertama sejak eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Dalam pernyataan resminya, Hizbullah menyebut kapal perang Israel itu berada sekitar 68 mil laut dari pantai Lebanon dan tengah bersiap melancarkan serangan ke wilayah negara tersebut.
“Kapal itu menjadi target karena bersiap menyerang Lebanon,” demikian pernyataan kelompok yang didukung Iran itu, dikutip dari AFP Minggu (5/4).
Direspons Dingin
Namun, pihak militer Israel merespons dingin klaim tersebut. Kepada AFP, mereka menyatakan tidak memiliki informasi terkait serangan yang dimaksud. “Kami tidak mengetahuinya,” ujar perwakilan militer Israel.
Dalam beberapa pekan terakhir, kapal perang Israel memang dilaporkan digunakan untuk melancarkan serangan ke wilayah Lebanon, seiring meningkatnya ketegangan antara kedua pihak.
Baca Juga: Dikubur Dua Kali, Duka Warga Lebanon Tak Pernah Selesai
Buka Jalur Diplomasi
Di tengah situasi yang kian memanas, Presiden Lebanon Joseph Aoun justru mengambil pendekatan berbeda.
Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Minggu, Aoun kembali menyerukan pentingnya jalur diplomasi melalui negosiasi dengan Israel.
Ia memperingatkan potensi kehancuran di Lebanon selatan jika konflik terus berlanjut tanpa upaya penyelesaian. Aoun menyinggung kondisi di Gaza Strip yang mengalami kerusakan parah akibat konflik berkepanjangan.
“Memang benar bahwa Israel mungkin ingin melakukan di Lebanon selatan apa yang mereka lakukan di Gaza,” kata Aoun. “Gaza hancur, puluhan ribu orang tewas, dan mereka akhirnya duduk dan bernegosiasi. Jadi mengapa kita tidak bernegosiasi, setidaknya untuk menyelamatkan rumah-rumah yang belum hancur?” lanjutnya.
Seruan tersebut muncul setelah Israel meningkatkan serangan udara dan darat terhadap Hizbullah, yang dilaporkan telah menghancurkan sejumlah desa di wilayah selatan Lebanon.
Gaza Masih Diserang
Sementara serangan drone atau pesawat nirawak Israel menewaskan empat warga sipil di wilayah Gaza Minggu (5/4) dini hari. Selain itu, sedikitnya lima orang dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.
“Serangan udara Israel sebelum fajar menewaskan empat orang dan melukai beberapa lainnya,” demikian pernyataan badan pertahanan sipil Gaza dikutip dari AFP Minggu (5/4).
Pihak Rumah Sakit Al-Shifa mengonfirmasi jumlah korban. Dalam keterangannya, rumah sakit menyebut para korban merupakan warga sipil yang menjadi sasaran serangan drone.
Militer Israel, saat dimintai tanggapan, menyatakan masih menyelidiki laporan serangan itu. Insiden ini terjadi di tengah situasi gencatan senjata yang masih berlaku antara Israel dan Hamas. Namun, serangan dilaporkan tetap berlangsung di berbagai wilayah Gaza. (gas/JPG/r3)
Editor : Redaksi