Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Wapres Pimpin Delegasi AS, Menlu Komandoi Negosiator Iran

Redaksi • Jumat, 10 April 2026 | 10:41 WIB
ANCAM GENCATAN SENJATA AS-IRAN: Tim penyelamat Lebanon menggunakan ekskavator untuk membersihkan puing-puing di lokasi serangan udara Israel yang menargetkan sebuah bangunan di lingkungan Tallet al-Khayyat, Beirut, Lebanon, Kamis (9/4). (IBRAHIM AMRO/AFP)
ANCAM GENCATAN SENJATA AS-IRAN: Tim penyelamat Lebanon menggunakan ekskavator untuk membersihkan puing-puing di lokasi serangan udara Israel yang menargetkan sebuah bangunan di lingkungan Tallet al-Khayyat, Beirut, Lebanon, Kamis (9/4). (IBRAHIM AMRO/AFP)

LombokPost - Jumat (9/4) dan hari ini (10/4), warga Islamabad dan Rawalpindi, Pakistan, mendapat libur dadakan.

Semua aparat keamanan, tim penyelamat, dan rumah sakit di kedua kota juga diminta siaga penuh.

Itu bagian dari persiapan Pakistan menjadi tuan rumah pertemuan mahapenting antara Amerika Serikat (AS) dan Iran besok (11/4) di Islamabad.

Baca Juga: Rusia Kecam Israel Gempur Lebanon, Menlu Sergei Lavrov Sebut Bisa Rusak Jalur Diplomasi

Pada Rabu (8/4), kedua pihak telah menyepakati gencatan senjata dua pekan yang dimediatori Pakistan.

Delegasi AS akan dipimpin Wakil Presiden (Wapres) J.D. Vance dengan Jared Kushner, menantu Presiden AS Donald Trump, serta Utusan Khusus Trump Steve Witkoff ada di dalamnya. Adapun negosiator Iran bakal dipimpin Menteri Luar Negeri (Menlu) Abbas Araghchi.

Islamabad dan Rawalpindi dua kota bertetangga yang dijuluki “sister city.”

Baca Juga: Lebanon Membara! Israel Menggila Luncurkan 100 Serangan Udara dalam 10 Menit, 254 Warga Sipil Tewas Mengenaskan

Karena itu, mengamankan Islamabad berarti harus mengamankan pula Rawalpindi.

AS diketahui telah mengirim tim pendahulu beranggotakan 30 orang ke Islamabad. Mereka bertugas mengukur tingkat pengamanan di sekitar lokasi.

Duta Besar AS untuk Pakistan Natalie Baker juga menemui langsung Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi di Islamabad Kamis (9/4).

Baca Juga: Gencatan Senjata AS-Iran Retak, Israel Sebut Lebanon Tidak Masuk Kesepakatan

Dalam pertemuan tersebut, Naqvi menjamin keamanan semua pihak yang terlibat negosiasi.

Tamu Istimewa

Naqvi juga menyebut bahwa Vance, Kushner, dan Witkoff adalah tamu-tamu istimewa mereka. “Kami menyiapkan pengamanan dalam segala aspek,” kata Naqvi kepada Baker seperti dikutip dawn.com dari pernyataan resmi Kementerian Dalam Negeri Pakistan.

Delegasi kedua negara bakal menginap di kawasan Red Zone. Kawasan yang dijaga sangat ketat tersebut bakal tertutup bagi siapa saja yang tidak berkepentingan selama proses negosiasi.

Beberapa titik masuk Islamabad juga bakal disegel. Semua anggota delegasi juga harus mematuhi protokol yang sangat detail.

Pakistan berperan sangat krusial dalam terwujudnya gencatan senjata dan negosiasi. Sejak awal konflik, mereka menempatkan diri sebagai mediator dan konsisten menyuarakan deeskalasi.

Dalam beberapa pekan terakhir, Pakistan berkonsultasi dengan negara-negara kunci di kawasan Teluk Persia. Mereka juga menjaga diplomasi jalur belakang antara Teheran dan Washington DC serta bekerja sama secara erat dengan Beijing dalam menyuarakan gencatan, dialog, dan perlindungan infrastruktur penting.

Upaya keras itu berbuah pengumuman gencatan senjata oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif. Pengumuman itu disampaikan sekitar dua jam sebelum tenggat Trump kepada Iran untuk bernegosiasi dan membuka Selat Hormuz atau akan digempur habis-habisan. (ttg/JPG/r3)

Editor : Redaksi
#gencatan senjata #presiden #Amerika Serikat #lebanon #Donald Trump