Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Hizbullah Serang Permukiman Israel, Balas Pelanggaran Gencatan Senjata

Redaksi Lombok Post • Jumat, 10 April 2026 | 11:16 WIB
BERJAGA: Pasukan keamanan Israel mengepung sebuah tempat setelah serangan proyektil di selatan Tel Aviv pada Kamis (26/3). Konflik di Timur Tengah dipicu oleh serangan gabungan ASIsrael terhadap Iran.
BERJAGA: Pasukan keamanan Israel mengepung sebuah tempat setelah serangan proyektil di selatan Tel Aviv pada Kamis (26/3). Konflik di Timur Tengah dipicu oleh serangan gabungan ASIsrael terhadap Iran.

LombokPost – Kelompok perlawanan Hizbullah di Lebanon kembali melancarkan serangan roket ke arah permukiman di wilayah utara pendudukan Israel pada Kamis (9/4/2026). Langkah ini disebut sebagai respons langsung atas serangkaian tindakan agresi yang terus dilakukan oleh militer Israel.

Dalam pernyataan resminya, Hizbullah mengonfirmasi telah menargetkan permukiman Manara. Serangan tersebut diklaim sebagai upaya membela kedaulatan Lebanon di tengah pelanggaran kesepakatan damai.

"Tanggapan ini akan berlanjut sampai agresi Israel-Amerika terhadap negara dan rakyat kami berhenti," tulis pernyataan resmi gerakan tersebut.n

Hizbullah menegaskan bahwa tindakan militer ini diambil "untuk membela Lebanon dan rakyatnya, sebagai tanggapan atas pelanggaran perjanjian gencatan senjata oleh musuh, dan setelah perlawanan mematuhi gencatan senjata sementara musuh tidak."

Baca Juga: Hizbullah Klaim Serang Kapal Israel, Presiden Lebanon Serukan Negosiasi

Sebelumnya, Israel dilaporkan telah melakukan berbagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata tahun 2024. Alih-alih mengakhiri eskalasi, serangan udara justru menyasar berbagai wilayah di Lebanon, termasuk ibu kota Beirut.

Kementerian Kesehatan Lebanon merilis jumlah korban sementara yang cukup signifikan akibat serangan tersebut. Data terbaru menunjukkan jumlah korban tewas telah mencapai 254 jiwa, sementara 1.150 lainnya mengalami luka-luka.

Meningkatnya intensitas serangan di Lebanon terjadi secara bersamaan dengan ketegangan antara Israel-AS terhadap Iran yang memanas sejak 28 Februari lalu. Namun, secercah harapan diplomasi muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan persetujuan untuk jeda serangan selama dua minggu terhadap Iran pada Rabu kemarin.

Trump menyatakan bahwa proposal 10 poin yang diajukan oleh Teheran dapat berfungsi sebagai "dasar yang dapat diterapkan untuk bernegosiasi dan kerangka kerja utama untuk pembicaraan ini."

Baca Juga: Hizbullah Luncurkan Lebih dari 30 Roket ke Haifa dan Nahariya

Salah satu poin utama dalam proposal tersebut adalah keharusan penghentian agresi di seluruh wilayah regional, termasuk di Lebanon, sebagai syarat mutlak terciptanya stabilitas.

 

Di tengah upaya diplomasi tersebut, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengeluarkan peringatan keras. Teheran menegaskan akan memberikan pembelaan penuh terhadap mitranya di Lebanon.

IRGC mengumumkan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan "tanggapan yang akan menimbulkan penyesalan" terhadap serangan Israel yang kembali terjadi di Lebanon. Iran juga memberikan peringatan tegas bahwa setiap serangan yang ditujukan kepada Hizbullah akan dianggap sebagai serangan langsung terhadap Republik Islam Iran.

Situasi di perbatasan Lebanon-Israel kini berada dalam pengawasan ketat internasional, seiring dengan tenggat waktu jeda kemanusiaan dan negosiasi yang tengah diupayakan oleh Washington.

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#hizbullah #libanon #Israel #iran #tel aviv