LombokPost - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak proposal balasan Iran terkait perundingan nuklir yang diajukan Washington.
Trump menyebut tanggapan Teheran “sama sekali tidak dapat diterima”, sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyarankan agar persediaan uranium Iran direbut secara langsung.
Media semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa proposal balasan Iran telah disampaikan kepada Washington melalui mediator Pakistan.
Baca Juga: Temui Pemimpin Tertinggi, Militer Iran Siapkan Respons Keras atas Setiap Agresi Asing
Dalam usulan tersebut, Iran meminta pencabutan sanksi ekonomi AS, penghentian blokade angkatan laut AS di Selat Hormuz setelah tercapai kesepahaman awal, serta jaminan tidak ada lagi serangan terhadap wilayah Iran.
Sebelumnya, AS mengajukan proposal perdamaian berupa nota kesepahaman satu halaman berisi 14 poin.
Isi proposal itu disebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan kerangka pembicaraan lanjutan mengenai program nuklir Iran.
Baca Juga: Iran Desak IAEA Jaga Netralitas Profesi dan Hindari Agenda Politik
Washington juga mengusulkan moratorium pengayaan uranium Iran hingga 20 tahun, pemindahan cadangan uranium yang diperkaya tinggi atau highly enriched uranium (HEU) ke luar negeri, kemungkinan ke AS, serta pembongkaran fasilitas nuklir Iran.
Namun, menurut laporan The Wall Street Journal, Iran menolak sebagian besar poin utama tersebut. Teheran hanya menawarkan moratorium dalam jangka lebih pendek, ekspor sebagian stok HEU, pengenceran sisa uranium, serta menolak pembongkaran fasilitas nuklirnya.
Trump langsung bereaksi keras terhadap proposal balasan itu. Melalui platform Truth Social, ia menuding Iran selama puluhan tahun telah “mempermainkan Amerika Serikat dan dunia”.
Baca Juga: Upayakan Penghentian Konflik permanen, Iran Serahkan Tanggapan Atas Proposal Amerika Serikat
“Saya baru saja membaca tanggapan dari perwakilan Iran. Saya tidak menyukainya, sama sekali tidak dapat diterima,” kata Trump.
Di saat bersamaan, Netanyahu memperingatkan bahwa konflik belum selesai selama Iran masih memiliki cadangan uranium yang diperkaya tinggi. Dia menyarankan agar uranium tersebut direbut secara langsung dari Iran. “Anda masuk dan mengambilnya,” katanya.
Proposal AS
- Moratorium pengayaan nuklir Iran hingga 20 tahun
- Pemindahan persediaan uranium Iran ke AS
- Pembongkaran fasilitas nuklir Iran.
Tanggapan Iran
- Moratorium yang lebih singkat
- Ekspor sebagian dari stok uranium dan sisa pengenceran
- Menolak pembongkaran fasilitas.
Sumber: The Guardian (gas/JPG/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post Online