Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Iran Tunjuk Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf sebagai Utusan Khusus untuk China

Redaksi Lombok Post • Minggu, 17 Mei 2026 | 22:10 WIB
Mohammad Bagher Ghalibaf
Mohammad Bagher Ghalibaf

LombokPost — Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, resmi ditunjuk sebagai perwakilan khusus negara tersebut untuk urusan hubungan dengan China. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya Teheran memperkuat kemitraan strategisnya dengan Beijing di tengah dinamika geopolitik Asia Barat.

Melansir laporan kantor berita Tasnim pada Minggu (17/5/2026), Qalibaf mengemban tanggung jawab baru tersebut atas usulan Presiden Masoud Pezeshkian yang kemudian mendapatkan persetujuan dari Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei.

Penunjukan Qalibaf kali ini dinilai memiliki bobot politik yang lebih besar dibandingkan dengan struktur representasi Iran sebelumnya di Beijing. Jabatannya menggabungkan mandat dari kepala pemerintahan sekaligus pemimpin tertinggi negara.

“Mengingat sifat penunjukan Qalibaf, tanggung jawab ini berbeda dalam hal tingkat wewenang dari perwakilan sebelumnya,” ujar sebuah sumber diplomatik kepada Tasnim.

Sebagai catatan, posisi perwakilan urusan China sebelumnya diisi oleh dua pejabat yang berbeda. Duta Besar Iran untuk Beijing saat ini, Abdolreza Rahmani Fazli, sebelumnya bertindak sebagai utusan presiden. Sementara itu, almarhum Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, bertindak sebagai “perwakilan khusus Pemimpin untuk urusan China.”

“Namun, Bapak Qalibaf telah mengemban tanggung jawab ini sebagai perwakilan khusus Iran setelah usulan presiden dan persetujuan Pemimpin Tertinggi,” tambah sumber tersebut.

Baca Juga: Wapres Iran Tegaskan Kedaulatan Penuh Terhadap Selat Hormuz, Izinkan Kapal Tiongkok Melintas

Misi baru Qalibaf berjalan beriringan dengan intensifikasi diplomasi Iran di Asia Timur. Awal bulan ini, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi telah melakukan kunjungan resmi ke China untuk menggelar pertemuan tingkat tinggi, menyusul situasi gencatan senjata yang kurang stabil antara Iran dan Amerika Serikat terkait sengketa jalur pelayaran komersial.

Dalam kunjungan tersebut, Araghchi melakukan pembahasan intensif dengan pemerintah China mengenai stabilitas keamanan di Selat Hormuz, situasi regional Asia Barat, serta peningkatan volume perdagangan bilateral.

China dinilai memegang peranan krusial bagi Teheran, baik dari sektor ekonomi maupun diplomasi global. Duta Besar Abdolreza Rahmani Fazli baru-baru ini juga menyatakan bahwa Beijing memainkan peran kunci dalam strategi penyeimbangan politik luar negeri Teheran, terutama dalam upaya meredakan ketegangan di Asia Barat pasca-eskalasi militer yang melibatkan aliansi Amerika Serikat dan Israel beberapa waktu lalu.

Editor : Redaksi Lombok Post
#Mohammad Baqer Qalibaf #Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei #iran #China