Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Angkatan Laut Iran Klaim Paksa Mundur Sejumlah Kapal Perang AS di Laut Oman

Redaksi Lombok Post • Jumat, 5 Juni 2026 | 23:07 WIB
Beberapa kapal tertahan di Selat Hormuz. Banyak pihak sudah meminta Iran untuk membuka Selat Hormuz. (AFP)
Beberapa kapal tertahan di Selat Hormuz. Banyak pihak sudah meminta Iran untuk membuka Selat Hormuz. (AFP)

LombokPost-- Situasi keamanan di jalur pelayaran strategis Timur Tengah kembali memanas. Angkatan Darat Iran mengatakan sejumlah kapal perang AS yang beroperasi di Laut Oman terpaksa mundur dari wilayah tersebut setelah angkatan laut Iran melepaskan tembakan peringatan menggunakan rudal jelajah dan drone canggih.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, Angkatan Darat Iran mengumumkan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari kampanye berkelanjutan Republik Islam untuk melawan "kekacauan dan gangguan maritim serta pembajakan kapal komersial dan kapal tanker minyak oleh angkatan laut teroris Amerika Serikat."

Pihak militer Iran merinci jenis alutsista yang dikerahkan dalam intervensi taktis tersebut. "Setelah tembakan peringatan oleh rudal Qadir dan drone penyerang Shahid Dana baru dari Angkatan Laut Republik Islam Iran, kapal perusak pelanggar DDG-103 dan DDG-8 meninggalkan Laut Oman menuju Samudra Hindia," katanya.

Baca Juga: Perkuat Hubungan Bilateral, Iran dan Rusia Teken Kerja Sama Nuklir Senilai Rp 407 Triliun

Selain menyasar kapal perusak, manuver pertahanan yang diluncurkan oleh militer Teheran dilaporkan turut berdampak pada armada tempur utama Amerika Serikat lainnya. Angkatan Laut Iran juga mengkonfirmasi bahwa USS Tripoli—kapal induk helikopter serbu amfibi—juga terpaksa meninggalkan Laut Oman.

"Menyusul operasi ini dan operasi serupa dalam beberapa hari terakhir, selain kapal perusak musuh Zionis-Amerika yang beroperasi di bawah gugus serang kapal induk USS George H.W. Bush, kapal induk helikopter serbu amfibi Tripoli juga terpaksa meninggalkan Laut Oman," demikian pernyataan tersebut.

Menyikapi perkembangan ini, Pusat Komando dan Kontrol Operasi Angkatan Laut Republik Islam Iran mengeluarkan peringatan keras kepada musuh Amerika-Israel, menekankan pentingnya mengakhiri segera "pencurian dan kenakalan maritim."

Pihak Teheran menambahkan bahwa jangkauan operasional alutsista mereka mampu menjangkau area yang lebih luas. Dikatakan bahwa meskipun kapal perang AS kini telah bergerak melampaui jangkauan rudal yang digunakan dalam operasi peringatan tersebut, angkatan laut Iran memiliki rudal jarak jauh yang akan digunakan tanpa ragu jika dianggap perlu.

Baca Juga: Iran : Perdamaian Kawasan Mustahil Tanpa Penarikan Militer Israel dari Lebanon

Eskalasi militer di kawasan tersebut sejatinya telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Iran menghadapi serangan agresi tanpa provokasi terbaru dari Amerika Serikat dan rezim Israel, yang dimulai pada 28 Februari, dengan setidaknya 100 gelombang serangan balasan yang menentukan dan berhasil.

Pembalasan tersebut menghantam target-target Amerika dan Israel yang sensitif dan strategis di seluruh wilayah tersebut. Republik Islam Iran juga menutup Selat Hormuz bagi musuh dan sekutunya. Langkah penutupan ini diambil sebagai bentuk penegasan kedaulatan maritim. Republik Islam Iran telah berulang kali menyatakan bahwa mereka tidak akan mentolerir campur tangan militer asing di zona maritim kedaulatannya atau gangguan apa pun terhadap keamanan dan perdagangan regional.

Menghadapi respons tersebut, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata sepihak pada 8 April. Namun, situasi kembali menegang tak lama kemudian. Republik Islam Iran mulai menerapkan kontrol yang jauh lebih ketat atas Selat Hormuz setelah Trump mengumumkan kelanjutan blokade angkatan laut ilegal terhadap kapal dan pelabuhan Iran pada 13 April yang melanggar ketentuan gencatan senjata.

Baca Juga: Kuwait Cegat Rudal dan Bahrain Aktifkan Sirine Peringatan, Dampak ke Kawasan Teluk Persia setelah AS dan Iran Berbalas Serangan

Sebelum insiden ini, gesekan bersenjata juga terjadi di koridor laut yang sama. Dalam konfrontasi penting lainnya dengan pasukan angkatan laut Amerika, Angkatan Laut Iran mengumumkan pada hari Rabu bahwa mereka telah menargetkan "pusat komando dan kendali" di balik pelanggaran AS baru-baru ini, dengan saying bahwa fasilitas tersebut terletak di atas kapal perusak Amerika yang beroperasi di Laut Oman.

Pihak berwenang Teheran menegaskan bahwa seluruh operasi militer yang dilancarkan memiliki dasar momentum yang kuat. Serangan itu dilakukan sebagai tanggapan terhadap tindakan agresif AS terhadap pelayaran komersial Iran dan pelanggaran terkait Selat Hormuz, demikian bunyi pernyataan tersebut.

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#Israel #amerika #iran