LombokPost - Sudah kebijakan imigrasinya memicu protes dan kemarahan berbagai kalangan terkait Piala Dunia 2026, giliran tim nasional (timnas) AS bertanding malah absen.
Tak ada penjelasan resmi kenapa Presiden AS Donald Trump tak hadir di SoFi Stadium, Los Angeles, saat Christian Pulisic dkk menghadapi Paraguay di laga pertama besok (13/6) pagi pukul 8.00 WIB.
Trump akan diwakili Menteri Luar Negeri (Menlu) Marco Rubio. Rubio akan duduk bersebelahan dengan Presiden Paraguay Santiago Pena.
Baca Juga: Takut Merusak Negosiasi dengan Teheran, Trump Cegah Israel Serang Balik Iran
“Menteri Luar Negeri Marco Rubio akan memimpin delegasi ke Los Angeles untuk menyaksikan pertandingan timnas putra AS melawan Paraguay.” Demikian bunyi pernyataan yang diunggah di situs resmi Kemenlu AS.
Sangat tidak lazim seorang pemimpin negara/pemerintahan yang negaranya tengah menjadi tuan rumah Piala Dunia tak menghadiri laga pertama.
Trump, mengutip Politico, tetap di Washington DC karena dikabarkan lebih memilih mempersiapkan ulang tahunnya ke-80 yang akan dirayakan Minggu (14/6) lusa.
Baca Juga: Proyek Resor Mewah Menantu Donald Trump di Albania Memicu Protes Massal
Sebelumnya, kebijakan imigrasi Trump telah menyebabkan berbagai insiden.
Di antaranya gagal tampilnya wasit Omar Artan asal Somalia karena ditolak masuk ke AS.
Dan, pelatih Uzbekistan Fabio Cannavaro dan skuadnya yang harus menjalani pemeriksaan dengan anjing pengendus narkoba jelang laga uji coba.
Baca Juga: Rusia Gempur Lima Kota Ukraina, Zelensky Minta Trump Kirim Rudal
“Kami bekerja dengan sangat teliti untuk memastikan hanya orang-orang yang tepat yang bisa menyaksikan pertandingan Piala Dunia,” kata Trump di Ruang Oval Gedung Putih, seperti dikutip dari CNN.
Situasi di Meksiko
Piala Dunia 2026 sudah dibuka dari Estadio Azteca, Mexico City, dini hari tadi WIB. Bentrok Meksiko kontra Afrika Selatan jadi laga pembukanya.
Tapi, satu dari 16 kota tuan rumah Piala Dunia 2026 itu “dihiasi” demonstrasi di mana-mana. Di Monumento a la Independencia, misalnya. Di tempat yang terletak 19 kilometer dari Estadio Azteca itu, ratusan orang berdemonstrasi.
Mereka membagikan selebaran yang berbunyi, ’’Kami keluarga yang sedang mencari orang hilang. Kami mencari lebih dari 133 ribu orang yang hilang. Lebih dari satu setengah kali kapasitas Estadio Banorte (Estadio Azteca).’’
Mengutip BBC, demonstran memanfaatkan momen Piala Dunia untuk bersuara. Dalam banyak kasus, mereka yang menghilang diyakini direkrut organisasi kriminal secara paksa atau dibunuh karena melawan mereka.
Di Paseo de la Reforma, ratusan guru juga melakukan mogok massal. Mereka memprotes soal gaji, pensiun, dan kondisi kerja mereka.
Lokasinya tidak jauh dari beberapa fan fest Piala Dunia di Mexico City. Total ada tujuh aksi demonstrasi berbeda di ibu kota Meksiko itu sepanjang Rabu (10/6).
’’Orang-orang Meksiko marah kepada pemerintah,’’ sebut Joaquin Beltran, mantan pemain timnas Meksiko. “Tapi tenang, wajah yang kami tunjukkan kepada dunia adalah wajah yang sangat ramah,” tambah Beltran. (ren/ttg/JPG/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post Online