Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

AS Tolak Iran Pungut Tarif di Selat Hormuz, Kesepakatan Damai Washington-Teheran Belum Tercapai

Redaksi • Kamis, 25 Juni 2026 | 11:11 WIB
SELAT HORMUZ: Kapal-kapal berlabuh di Bandar Abbas di sepanjang Selat Hormuz pada Kamis (18/6). Amerika Serikat menolak adanya pungutan tarif di Selat Hormuz oleh Iran karena merupakan jalur pelayaran Internasional. (AMIRHOSSEIN KHORGOOEI / ISNA / AFP)
SELAT HORMUZ: Kapal-kapal berlabuh di Bandar Abbas di sepanjang Selat Hormuz pada Kamis (18/6). Amerika Serikat menolak adanya pungutan tarif di Selat Hormuz oleh Iran karena merupakan jalur pelayaran Internasional. (AMIRHOSSEIN KHORGOOEI / ISNA / AFP)

LombokPost - Amerika Serikat (AS) menegaskan menolak segala bentuk pungutan biaya yang diberlakukan Iran terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Penegasan itu disampaikan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di tengah kekhawatiran implementasi kesepakatan damai antara Washington dan Teheran.

Rubio menegaskan Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran internasional yang harus tetap terbuka tanpa tarif maupun biaya dari negara mana pun.

Baca Juga: 500 Kapal Antre Lewati Selat Hormuz, Amerika Serikat dan Iran Sepakat Berdamai

Menurutnya, hukum internasional tidak mengizinkan adanya pungutan di jalur pelayaran internasional.

Ini adalah jalur perairan internasional. Tidak ada negara yang boleh mengenakan tarif atau biaya di jalur perairan internasional.

“Itulah hukum internasional yang berlaku di seluruh dunia, dan kami berharap hal yang sama berlaku di sini," ujar Rubio, dikutip The Guardian, Rabu (24/6).

Baca Juga: Mobil Listrik Berpotensi Makin Diminati, Dua Kapal Tanker Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz

Tata Kelola Jangka Panjang

Pernyataan tersebut muncul setelah Iran berencana membahas tata kelola jangka panjang Selat Hormuz usai berakhirnya gencatan senjata 60 hari yang disepakati dengan Amerika Serikat pekan lalu.

Sejumlah pengamat menilai pembahasan itu berpotensi membuka peluang bagi Teheran untuk mengenakan biaya layanan pelayaran di masa mendatang.

Baca Juga: Selat Hormuz Ditutup Total, Pasokan Energi Global Terganggu

Dalam kunjungannya ke Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Bahrain, Rubio juga berupaya meyakinkan negara-negara Teluk bahwa kesepakatan damai dengan Iran tidak akan memperkuat pengaruh Teheran di kawasan.

Pencairan Aset

Di sisi lain, negara-negara Teluk masih khawatir pencairan aset Iran senilai miliaran dolar sebagai bagian dari kesepakatan damai akan dimanfaatkan untuk memperkuat kemampuan militernya.

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan program rudal balistik negaranya tidak akan menjadi bagian dari agenda perundingan lanjutan dengan Amerika Serikat. Menurutnya, kemampuan rudal diperlukan sebagai pertahanan nasional. (lyn/gas/JPG/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#pungutan #internasional #selat hormuz #Amerika Serikat #tarif