AS dan Arab Saudi Serang Milisi Pro-Iran di Irak

Redaksi • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 15:47 WIB
LOKASI PERTEMPURAN: Petugas mengevakuasi korban serangan AS-Arab Saudi di sebelah utara distrik al-Miqdadiyah, Provinsi Diyala, Irak, Rabu (29/7). (YOUNIS AL-BAYATI/AFP)
LOKASI PERTEMPURAN: Petugas mengevakuasi korban serangan AS-Arab Saudi di sebelah utara distrik al-Miqdadiyah, Provinsi Diyala, Irak, Rabu (29/7). (YOUNIS AL-BAYATI/AFP)

LombokPost - Amerika Serikat (AS) bersama Arab Saudi melancarkan serangan udara terhadap sejumlah posisi milisi pendukung Iran di Irak, Rabu (29/7).

Operasi gabungan itu diklaim sebagai balasan atas serangkaian serangan drone yang sebelumnya menyasar pasukan Amerika Serikat dan fasilitas energi milik Arab Saudi.

Pasukan Mobilisasi Populer Irak (Popular Mobilisation Forces/PMF) menyatakan delapan anggotanya tewas, sementara empat lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. PMF merupakan payung berbagai kelompok milisi Syiah yang didukung Iran dan secara hukum menjadi bagian dari aparat keamanan Irak.

Baca Juga: Arab Saudi Siapkan Stadion Futuristik untuk Piala Dunia 2034, Dibangun 350 Meter di Atas Tanah

Infrastruktur Energi Jadi Incaran

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) dan Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyebut operasi itu menargetkan kelompok-kelompok bersenjata yang dituding berada di balik serangan terhadap personel militer AS serta infrastruktur energi Saudi.

Pemerintah Arab Saudi menyatakan serangan dilakukan sebagai respons atas serangan drone terbaru. Riyadh mengklaim sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat sejumlah drone yang mengarah ke fasilitas minyak di Provinsi Timur dan wilayah Riyadh. "Meski demikian, kami tidak menginginkan eskalasi, namun akan merespons setiap bentuk agresi," ungkap pernyataan resmi Arab Saudi.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Menangis Usai Al Nassr Juara Liga Arab Saudi, Penantian 3 Tahun Akhirnya Terbayar

Pelanggaran Kedaulatan

Di pihak lain, PMF mengecam serangan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Irak.

Organisasi itu menilai operasi militer Amerika Serikat dan Arab Saudi telah menyerang institusi keamanan resmi negara.

Baca Juga: Breaking! Arab Saudi Usir Diplomat Iran dalam 24 Jam, Ketegangan Timur Tengah Makin Panas

Sementara itu, kelompok Islamic Resistance in Iraq membantah terlibat dalam serangan drone ke Arab Saudi.

Kelompok yang didukung Iran itu menyebut tuduhan Riyadh sebagai rekayasa dan memperingatkan akan memberikan balasan keras jika mendapat serangan lebih lanjut.

Ketegangan diperkirakan terus meningkat menjelang kunjungan Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi ke Arab Saudi hari ini (30/7), beberapa hari setelah Baghdad memerintahkan penyelidikan atas serangan drone yang menargetkan wilayah Saudi. (lyn/gas/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post
Amerika Serikat Arab Saudi serangan militer kementerian pertahanan