BUMD Lotim ini mampu mencatat dividen Rp 5,5 miliar di tahun 2019. Ini menjadikan PT SF salah satu BUMD jempolan Gumi Patuh Karya. “PT Selaparang Finansial bisa menjadi rujukan bagi BUMD lainnya,” jelasnya.
Rumaksi berharap PT SF memperhatikan juga kualitas pelayanan terhadap masyarakat. Selain itu, prinsip kehati-hatian harus diterapkan. Terutama untuk menekan angka non performing loan (NPL) yang masih di atas ketentuan Bank Indonesia (BI).
Kata Rumaksi, saat ini BUMD lainnya dirasa belum dapat memberikan kontribusi yang signifikan. “Justru mendatangkan kerugian,” tegasnya.
Wabup menekankan, sudah semestinya, tata kelola yang baik harus diutamakan dalam mewujudkan perusahaan yang profesional dan berioerientasi pada kepuasan pelanggan. Tidak dipungkiri, hal itu mesti didukung SDM yang profesional dan berkualitas.
"Saya berharap agar kantor PT Selarapang Finansial dapat dipindahkan ke lokasi yang lebih strategis," tambahnya. (tih/r5) Editor : Administrator