Fizz Hotel misalnya, untuk bertahan, hotel di bilangan Kekalik ini coba berinovasi. Mereka tidak lagi mengejar tamu yang akan menginap. Melainkan menggenjot pemasukan dari sisi makanan. ”Selain itu kita juga banting harga. Satu malam ada yang Rp 150 ribu,” kata Owner Fizz Hotel Firadz Pariska, kemarin (16/6).
Dengannya hotel bisa bertahan dan menggaji karyawan. ”Alhamdulillah selama Korona tak ada karyawan yang kita rumahkan,” imbuh pria yang juga menjabat ketua KONI Kota Mataram ini.
Fizz Hotel memiliki 43 kamar. Meliputi sweet, deluxe, dan standard. Selama ini market hotel menyasar aktivitas bisnis dan wisata. Namun kini semua itu terganggu Pandemi Covid-19. ”Orang yang bisnis kan sebagian besar dari luar daerah,” ungkapnya.
Diutarakan, saat ini orang yang akan berpergian keluar daerah harus melakukan swab. Jadi, sangat kecil kemungkinan orang atau pebisnis datang ke Mataram. Untuk menjaga kenyaman tamu atau pengunjung, pihaknya menerapkan protokol kesehatan. Sebelum masuk ujar dia, tamu dicek suhu tubuhnya.
Lalu menginformasikan ke tamu bahwa hotel steril. Karena tetap dilakukan penyemprotan disinfektan. Disamping itu, pihaknya menghindari kontak langsung dengan tamu. Caranya dengan tidak menyajikan makanan menggunakan piring, sendok, dan garpu. ”Kita pakai box,” kata Firadz. (jay/r9)
Editor : Administrator