Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Moncernya Bisnis Petshop di Mataram, Sebulan Hasilkan Ratusan Juta

Baiq Farida • Jumat, 17 Juli 2020 | 14:38 WIB
GROOMING : Karyawan Pipoo Petshop saat melakukan grooming pada kucing milik pelanggannya, Kamis (16/7/2020).
GROOMING : Karyawan Pipoo Petshop saat melakukan grooming pada kucing milik pelanggannya, Kamis (16/7/2020).
MATARAM–Bisnis toko peralatan hewan (petshop) menjadi bisnis yang sedang tumbuh di Mataram. ”Bisnis ini berbekal pada hobi dan kebutuhan hewan peliharaan. Sehingga keberadaannya pasti selalu dicari,” kata Bella Nita Zaremba, pemilik Pipoo Petshop.

Ada berbagai layanan yang bisa ditawarkan. Mulai dari jual beli peliharaan, aneka makanan, peralatan, aksesoris, mainan, salon (grooming), juga penitipan. Dikatakan Bella, grooming menjadi fasilitas utama di petshop miliknya. Pemilik harus melakukan konsultasi lebih dulu, agar grooming bisa disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan hewan.

”Layanan grooming terdiri dari memandikan, bersihkan telinga, dan potong kuku. Ada juga paket grooming premium untuk menutrisi, menghilangkan jamur maupun mengurangi minyak berlebih pada bulu hewan,” jelasnya.

Biasanya dalam sehari ia biasa melayani 20-25 ekor peliharaan untuk grooming. Tarifnya Rp 60.000 - Rp 150.000 untuk kucing dan Rp 100.000 - Rp 150.000 bagi anjing. Bergantung pada ras dan ukurannya. ”Saat awal Korona, hanya ada permintaan 4-5 hewan saja. Saat ini mulai berangsur membaik dengan 11-18 ekor,” ceritanya terkait kondisi saat ini.

Dijelaskan, grooming pada hewan peliharaan tidak bisa asal-asalan. Perlu menjalani kursus sebelum mendapat sertifikasi khusus berstandar Internasional. ”Styling, model potong bulu, merawat hewan itu ada standarnya. Semua karyawan di sini harus melalui training sesuai ketentuan tersebut,” katanya.

Selain dengan fasilitas yang ditawarkan, pihaknya juga rutin adakan promo demi menarik loyalitas pelanggan. Mulai dari promo gajian dan undian smartphone tiap awal bulan. Ada pula promo serbu tiap launching produk, voucher grooming, serta undian tahunan berupa barang eektronik. Juga promo di momen tertentu saat Ramadan, hari kemerdekaan, tahun baru, dan lainnya.

”Promo itulah yang membuat pelanggan makin sering belanja ke sini,” katanya.

Untuk jasa penitipan, pelanggan harus melalui beragam persyaratan. Seperti membawa buku laporan kesehatan kucing, sudah vaksin, serta tidak ada kutu dan jamur. Untuk kucing, Rp 100.000 per hari. Anjing Rp 200.000 - Rp 250.000. Biaya itu sudah termasuk perawatan, kandang, hingga mengajak jalan-jalan.

Omzet bisnisnya hingga ratusan juta setiap bulan. Apalagi resellernya mencakup hingga Bima, Dompu dan Sumbawa. ”Sebenarnya untungnya tipis, tapi omzetnya banyak. Karena harga per item dan aneka perlengkapan hewan memang mahal,” katanya.

Nisrina Ulfawati, salah seorang pengunjung Pipoo Petshop menerangkan dirinya merogoh kocek minimal Rp 1.000.000 setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan ketiga kucingnya.

”Jumlah itu hanya mencakup barang diskon. Untuk barang yang belum didiskon jumlahnya beda lagi,” katanya.

Demi hewan kesayangan, ia tak pernah ragu mengeluarkan uang. ”Punya hewan peliharaan bagaikan tanggung jawab punya anak sendiri. jadi produknya tidak boleh sembarangan,” ujarnya.

Bisnis serupa yang tak kalah menggiurkan adalah jual beli cat pedigree. Istilah bagi hewan bersertifikat dengan silsilah keturunan hingga empat generasi, yang dikeluarkan oleh Indonesia Cat Assosiation (ICA) atau Cat Fanciers' Association (CFA). Mereka khusus menjual ras Persian dan Exotic.

”Makin sering menang di kontes Cat Show, artinya kucing tersebut makin berkualitas. Harganya juga tentu semakin tinggi,” jelas Bella.

”Anatominya juga harus sesuai standar Internasional,” tambahnya.

Bisa dibilang, kontes-kontes tersebut menjadi ladang investasi hewan peliharaan. Tidak heran, jasa joki untuk melatih dan mendandani kucing maupun anjing kontes bisa jadi profesi menguntungkan. Sayangnya, belum banyak orang yang menggeluti bidang ini.

Sekali kontes, pemilik kucing bisa menghabiskan Rp 8.000.000 - Rp 10.000.000. Serta Rp 10.000.000 - Rp 30.000.000 bagi anjing. Pengeluaran terbesar dialokasikan untuk jasa joki. ”Ada sekolah khusus Joki. Mereka berperan penting agar kucingnya bisa berkesan di mata juri. Supaya menang dan harganya makin mahal,” ujar wanita berkacamata ini.

Untuk itulah pihaknya mulai menggeluti jasa joki. Dengan penitipan dimulai  minimal 1-3 bulan sebelum kontes. Harganya Rp 3.000.000 per bulan. ”Sebelum cat show, kucing dan anjing harus dititip dulu bersama joki selama minimal sebulan. Sekarang sudah ada dua orang yang pesan untuk jasa ini,” ujarnya. (eka/r9) Editor : Baiq Farida
#petshop #omzet #Mataram