Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sepeda Listrik NTB Tembus Pasar Nasional dan Dunia

Baiq Farida • Rabu, 16 Desember 2020 | 15:10 WIB
SIAP ANTAR: Gede Sukarma Dijaya, menunjukkan sepeda listrik Le-Bui, di STIPark Banyumulek, Lombok Barat, Senin (14/12/2020).
SIAP ANTAR: Gede Sukarma Dijaya, menunjukkan sepeda listrik Le-Bui, di STIPark Banyumulek, Lombok Barat, Senin (14/12/2020).
GIRI MENANG-Sudah dua bulan lamanya proses produksi sepeda listrik asal NTB, Le-Bui, dilakukan di Science and Technology Park (STIPark) NTB. Sebagai peserta inkubasi bisnis, Le-Bui diharapkan bisa menjadi start up bisnis mandiri dalam 2-3 tahun ke depan.

Gede Sukarma Dijaya, pemilik Le-Bui mengatakan, kini produknya sudah bisa mencakup pasaran yang lebih luas. Selain luar negeri, produknya kini mulai digandrungi kalangan dalam negeri. ”Pasar dalam negeri dulunya sangat sulit, karena terutama terbentur harga. Kini sudah banyak yang mengenal dan membelinya,” ujarnya pada Lombok Post, Senin (14/12/2020).

Pesanan didominasi kalangan pejabat. Mulai dari anggota DPD-RI yang memesan sembilan unit. Komisi I dan III DPR-RI juga memesan lima unit. Terbaru Direktur Bank Mandiri Mataram yang juga tertarik untuk memesan 10-15 unit. Sepedanya bahkan sudah digunakan staf kementerian untuk mengaspal di sirkuit Mandalika. Proses ekspor pun tetap berjalan. Saat ini pihaknya sedang menyiapkan 13 unit dengan masing-masing tiga unit ke Australia dan 10 unit ke Amerika.

”Akhir bulan ini sudah harus terkirim semua. Sudah siap delapan dan sisa lima sedang dalam proses pengecatan,” ujarnya terkait persiapan sepeda untuk ekspor.

Diakuinya, kecepatan produksi yang dilakukan Le-Bui selama menjadi peserta inkubasi bisnis di STIPark terus meningkat. Didukung akses sarana, prasarana, koordinasi hingga pasar yang mumpuni. Jika dulu hanya mampu memproduksi lima unit per bulan, kini bisa 10 unit, dibuat bersama delapan karyawan. Tahun 2021 mendatang, pihaknya ditargetkan 50 unit bisa diproduksi dalam sebulan. ”Kami optimis bisa tercapai. Apalagi dibantu tambahan tenaga kerja dari beberapa SMK mitra yang tergabung dalam program kemitraan STIPark,” ujarnya.

Program Pemda bela-beli produk lokal turut menambah semangatnya. Dari sini, masing-masing OPD NTB dijatah 10 unit sepeda listrik. Artinya, ada 470 unit yang harus disiapkan. Jumlah terebut akan diakomodir oleh tiga merek sepeda listrik asal NTB.

Tak hanya Le-Bui yang ketiban untung. Ada juga NgebUTS milik Universitas Teknologi Sumbawa dan Matric-B yang merupakan inovasi dari PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bima. Pada HUT NTB 17 Desember nanti, ketiganya juga akan memperoleh sertifikasi produk.

Dengannya ketiga sepeda listrik asli NTB ini bisa masuk e-katalog  daerah sektoral produk inovasi. Sehingga mereka tidak perlu lagi kebingungan untuk menghilirisasi produknya. ”Kalau sudah masuk e-katalog, berarti produk kita sudah diakui dan bisa diperjual belikan resmi di Indonesia,” ujarnya.

Sepeda listrik Le-Bui sendiri, baru akan diproduksi bergantung pesanan yang masuk. Pihaknya pun berfokus pada segmen menengah ke atas. Dengan harga Rp 15-60 jutaan.

Selain sepeda listrik, komponen atau spare part juga diharapkan bisa tersedia di NTB. Tujuannya, memperkecil biaya produksi sehingga harganya bisa sedikit lebih terjangkau.

Direktur STIPark NTB Khairul Ihwan menyebut, aktivitas Le-Bui bisa melahirkan 10 IKM spare paret sepeda listrik baru. ”Hingga kini sudah ada empat IKM yang kita kawinkan dengan kebutuhan ketiga sepeda listrik NTB ini,” ujarnya.

Diharapkan, IKM yang memproduksi spare part bisa menjual produksinya hingga ke luar negeri. Sehingga menumbuhkan industri permesinan di NTB. ”Kalau permintaan makin banyak, NTB bisa jadi pabrik sepeda besar,” harapnya. (eka/r9)  

 

  Editor : Baiq Farida
#Gede Sukarma Dijaya #Sepeda Le-Bui #Sepeda Listrik NTB