Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sepeda Listrik NgebUTS Tawarkan Tiga Tipe Berbeda

Administrator • Minggu, 27 Desember 2020 | 23:20 WIB
FINISHING: Ahmad Jaya, ketua tim produksi NgeBUTS merampungkan produksi salah satu sepeda listrik NgebUTS.
FINISHING: Ahmad Jaya, ketua tim produksi NgeBUTS merampungkan produksi salah satu sepeda listrik NgebUTS.

MATARAM-Program industrialisasi yang diusung Pemprov NTB sudah melahirkan tiga merek sepeda listrik. Selain Le-Bui dari Lombok, Matric-B asal Bima, juga ada NgebUTS karya mahasiswa teknik di Universitas Teknologi Sumbawa (UTS).


Sejak diluncurkan 17 Agustus lalu, 117 unit sepeda listrik akan dirampungkan hingga akhir 2020 mendatang. ”Ada 17 unit sudah terjual. Dari permintaan 100 unit tambahan, sebanyak 50 unit sudah selesai dan kini kami sedang proses menyelesaikan 50 unit sisanya,” ujar Ahmad Jaya, ketua Tim Produksi NgeBUTS, kepada Lombok Post, Selasa (22/12).


NgebUTS hadir dengan tiga tipe berbeda. Elang, Maras, terakhir Gemilang yang akan diproduksi mulai 2021. Tipe ini dibuat untuk mengakomodir lebih dari 400 unit sepeda listrik yang akan digunakan seluruh OPD NTB.


Untuk tipe Elang dan Maras, dibanderol Rp 19 juta. Sedangkan tipe Gemilang Rp 16 juta. Elang dan Maras lebih mahal sebab merupakan kombinasi dari material sepeda listrik dan motor. Kecepatannya bahkan bisa mencapai 40-50 kilometer perjam. Hal ini membuat keduanya tidak bisa masuk sebagai kategori sepeda listrik.


Menurut aturan pergub, salah satu kategori sepeda listrik terbatas pada kecepatan maksimal 25 kilometer saja. Sehingga kehadiran tipe Gemilang menjadi penyempurna yang terdiri dari 100 persen material untuk sepeda listrik.


”Komponen, kecepatan dan keseluruhan tipe Gemilang diproduksi sesuai dengan aturan sepeda listrik,” paparnya.


Hingga kini pun belum ada chanel yang menghubungkannya dengan pasar dari luar kota maupun luar negeri. Oleh karena itu, sertifikasi yang diperoleh pada 17 Desember lalu oleh Dinas Perhubungan NTB menjadi angin segar bagi pihaknya. ”Jadi 2021 NgebUTS sudah bisa masuk e-katalog. Otomatis pasarnya juga lebih luas bahkan se-Indonesia,” ujarnya sumringah.


Senada dengan Le-Bui, NgebUTS juga alami kendala yang sama. Yakni pengadaan spare part baterai dan mesin yang masih terbatas dan harus diimpor dari luar negeri. Beberapa komponen juga harus didatangkan dari Jakarta dan Surabaya. Ia berharap, IKM-IKM lokal bisa terus bermunculan untuk memenuhi kebutuhan produksi sepeda listrik di NTB. ”Sampai saat ini belum ada. Sehingga beberapa frame juga harus kita tangain sendiri,” imbuhnya.


Terpisah, Direktur STIPark NTB Khairul Ihwan mengatakan, Saat ini STIPark sudah bergabung dengan 137 IKM mitra. Ada juga 10 SMK mitra. Dari sini, mitra STIPark akan dimitrakan dengan IKM-IKM permesinan di NTB untuk suplai spare part kebutuhan pabrikasi sepeda listrik NTB. ”Ini cara kita membangkitkan sentra produksi berbasis home industry,” katanya. (eka/r9)

Editor : Administrator
#NgebUTS #Elang #Maras #Sepeda Listrik NTB #Gemilang