Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mantan TKI Jajaki Bisnis UMKM Kopi

Wahyu Prihadi • Sabtu, 28 Agustus 2021 | 11:24 WIB
CEK BIJI KOPI: Seorang petani kopi milenial di Sajang, Sembalun, Lombok Timur, beberapa waktu lalu.(RUSLAN FOR LOMBOK POST)
CEK BIJI KOPI: Seorang petani kopi milenial di Sajang, Sembalun, Lombok Timur, beberapa waktu lalu.(RUSLAN FOR LOMBOK POST)
MATARAM-Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) NTB mendorong PMI purna alias mantan TKI sukses menjadi pengusaha. Salah satu yang berhasil, yakni kelompok asal Dusun Kumbi, Pakuwan, Narmada, Lombok Barat. Mereka mengolah beragam komoditas potensi setempat.

”Ini yang harus dicontoh,” kata Kepala Disnakertrans NTB, I Gede putu Aryadi, (27/8)

Dusun Kumbi sendiri memiliki lahan pertanian yang subur. Menghasikan kopi, pisang, talas, durian, manggis, dan nangka berkualitas. Sejak 2019, 20 laki-laki anggota kelompok telah mengelola 20 hektare kebun kopi. Produktivitas kopi setempat akhirnya melahirkan merek Kopi Kumbi.

Bahkan digadang-gadang akan menjadi salah satu UMKM lokal yang akan menyuplai kebutuhan wisatawan di KEK Mandalika jelang sederet event Internasional. ”Prospek kopi bagus, namun masih terkendala belum adanya seritifikat quality control,” katanya.

PMI purna perempuan asal desa setempat tak mau kalah dengan membentuk Kelompok Wanita Tani Bile Maju. Beranggotakan mereka yang pernah bekerja di Malaysia, Brunei Darussalam, Arab Saudi, Singapura, Qatar, Abu Dhabi, dan Taiwan.

Mereka membentuk olahan keripik dari singkong, talas, dan pisang. Memaksimalkan potensi, mereka meminta pelatihan keahlian untuk industri pengolahan hasil pertanian.

”Sehingga mereka bisa memasarkan beragam bentuk produk olahan yang bernilai ekonomi tinggi,” imbuhnya.

Ia menilai, gelaran event internasional bisa menjadi ajang mengenalkan kopi dan kuliner seperti keripik hasil bumi pada wisatawan. Tinggal upaya dan pelatihan pengemasan yang baik hingga dapat menarik minat wisatawan. Selain itu PMI Purna juga perlu mengingat tiga modal utama untuk mereka menjadi wirausaha mandiri yang sukses. Yakni pengalaman, modal, dan jaringan.

”Pengalaman kerja di luar negeri didukung potensi melimpah akan menghadirkan spirit inovasi menjadi wirausaha mandiri,” tambahnya.

Saringgih, kepala Dusun Kumbi mengungkapkan bekerja di luar negeri tidak seindah yang terlihat. Menurutnya, lebih menjanjikan untuk mengolah potensi alam yang ada di daerah. Selain itu, menata usaha di dalam negeri juga sekaligus dapat memperbanyak penyerapan tenaga kerja baru bagi masyarakat sekitar.

Kini kelompoknya berjuang terus meningkatkan jumlah produksi serta memperbaiki kemasan. ”Perlu perbaikan karena Kopi Kumbi dan olahan keripik akan menyuplai kebutuhan kuliner pada event internasional di KEK Mandalika,” ujarnya. (eka/r9)

  Editor : Wahyu Prihadi
#UMKM #MANTAN TKI #BINSIS KOPI