Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ekonomi Menggeliat, Semakin Banyak Angkringan di Praya

Galih Mps • Jumat, 10 Desember 2021 | 13:46 WIB
TEMPAT TONGKRONGAN: Salah satu tempat tongkrongan yang mulai ramai di Talk, di depan SPBU Tampar-ampar Praya Loteng, Senin (29/11).
TEMPAT TONGKRONGAN: Salah satu tempat tongkrongan yang mulai ramai di Talk, di depan SPBU Tampar-ampar Praya Loteng, Senin (29/11).

PRAYA-Angkringan di Kecamatan Praya, Lombok Tengah semakin menjamur. Itu menunjukkan bahwa, ekonomi warga kala pandemi Covid-19 tetap bertahan dan berjalan. Setiap angkringan menawarkan menu-menu spesial. Rata-rata juga menyuguhkan live musik.


”Pusat angkringan terbanyak ada di sepanjang jalan dari pendopo bupati menuju pertigaan Ponpes Yanmu,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKN Loteng Muhammad Ikhsan, pada Lombok Post, kemarin (9/12).


Itu belum termasuk lesehan atau rumah makan. Bahkan, di jalur-jalur lain juga mulai tumbuh. Diantaranya di jalan raya Kodim menuju IPDN, jalan raya samping utara dan barat Masjid Agung juga demikian.


Kemudian jalan raya dari PLN menuju Panjisari. Lalu, ada juga satu angkringan yang baru berdiri di jalan raya Tampar-ampar. ”Kita ingin Praya ini seperti Kota Bandung, atau Jogjakarta,” harap Ikhsan.


Dia melihat, dari satu tempat tongkrongan yang mulai dibangun, ternyata yang lain akan mengikuti. Begitu seterusnya. ”Awalnya ada 24 titik angkringan di Praya, sekarang bisa dikatakan ratusan,” ujar pria berkumis tebal tersebut.


Kalau sudah seperti itu, tidak saja ekonomi warga yang menggeliat. Tapi bisa membuka lapangan pekerjaan baru.


”Ini menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) kita juga,” tambah Kabid Retribusi dan Penerimaan Yang Sah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Loteng Alfian Muntaha, yang ditemui secara terpisah.


Atas dasar itulah, pemkab memberikan kemudahan perizinan. Namun tetap memperhatikan lingkungan sekitar. Salah satunya, menyesuaikan waktu memutar live musik. ”Cepat atau lambat Praya akan menjadi kota besar. Kita tunggu saja,” kata Alfian. (dss/r9)

Editor : Galih Mps
#angkringan #Praya