Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bisnis Bibit Durian Laris Manis

Galih Mps • Sabtu, 22 Januari 2022 | 15:07 WIB
BANYAK PELUANG: Mulya Pujiatno, pemilik CV Cinta Alam memperlihatkan sejumlah pohon durian yang dijual di kebunnya, di Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat, kemarin (21/1). (EKA/LOMBOK POST)
BANYAK PELUANG: Mulya Pujiatno, pemilik CV Cinta Alam memperlihatkan sejumlah pohon durian yang dijual di kebunnya, di Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat, kemarin (21/1). (EKA/LOMBOK POST)

MATARAM-Bisnis jual beli bibit buah durian dan alpukat saat ini tengah digandrungi pembeli.


”Walau pun pandemi, pesanan bibit kami justru tetap bagus,” kata Mulya Pujiatno, pemilik CV Cinta Alam.


Setiap bulan pihaknya bisa menjual hingga puluhan ribu bibit durian. Terjual di berbagai kabupaten di NTB, bahkan hingga Bali. Hebatnya, 7.000 bibi durian bisa habis terjual dalam satu minggu pada momen-momen tertentu. Harganya pun beragam, mulai dari Rp 80 ribu hingga jutaan. Bergantung pada jenis durian, dan tingginya bibit yang dipilih. Harga juga ditentukan jumlah pesanan.


”Jika dibeli dalam jumlah banyak, tentu lebih murah,” katanya.


Selain durian, alpukat juga diminati. Terbukti dari capaian penjualan yang mampu mencapai ribuan bibit dalam sebulan. Didistribusikan ke Lombok dan Sumbawa. ”Omzet yang diperoleh bisa mencapai jutaan rupiah,” imbuhnya.


Menariknya, pembeli yang datang juga akan diedukasi. Mulai dari cara okulasi, memperlakukan bibit agar tumbuh, dan kontrol secara rutin. Sebab pihaknya tak mau hanya menjual. Melainkan juga telah turut membina dalam proses penanaman dan perawatan agar pohon tumbuh dengan baik.


”Tidak ada budget tambahannya, hanya menularkan ilmu pada pembeli bahkan petani,” katanya.


Pihaknya juga rutin mengajak petani buah beralih menggunakan pupuk organik. Dengannya tanah terjaga dan hasil panen lebih baik. Meski diakuinya tantangan ini tak mudah karena harus mulai dari nol. Belum lagi kebiasaan petani yang masih lebih nyaman menggunakan pupuk kimia. ”Ada petani yang berhasil, ada juga yang balik lagi pakai pupuk kimia,” katanya.


Selain bibit, peluang menjual buah durian juga amat besar. Sherly Santi, pemilik Rumah Durian Lombok menggeluti bisnis ini. Durian utuh dan aneka olahan duriannya selalu diincar pembeli. Penghasilannya bersumber dari banyaknya pesanan para pecinta durian dari seluruh penjuru Indonesia. Mulai dari pengunjung asal Jakarta, Bali, hingga NTT. Pasarnya juga sudah menyentuk ekspor ke Arab Saudi.


”Durian bisa juga untuk konsumsi sendiri, maupun oleh-oleh suvenir,”  katanya. (eka/r9)

Editor : Galih Mps
#Durian