"Dari lima komoditas penyumbang inflasi Kota Bima adalah angkutan udara sebesar 0,2859 di bulan Mei 2022," ucap Kepala BPS NTB Wahyuddin, Sabtu (04/06/2022).
Sedangkan empat komoditas lainnya, sambung dia, telur ayam ras sebesar 0,0344 disusul rokok kretek filter sebesar 0,0286. Kemudian, daging ayam ras sebesar 0,0181 serta ikan tongkol sebesar 0,0167.
"Sementara lima komoditas yang deflasi antara lain ikan bandeng, tomat, anggur, cabai rawit dan apel," tambahnya.
Jika kedua kota di NTB digabung, inflasi NTB mencapai 0,65 persen pada bulan Mei 2022. Lagi-lagi, angkutan udara menjadi penyumbang inflasi gabungan tersebut sebesar 0,3277.
Bila ditelisik lebih jauh, sambungnya, tingginya angkutan udara menyumbang inflasi karena pada bulan Mei bertepatan pada momen libur atau cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah. Serta dibukanya penerbangan langsung internasional dari Malaysia-Lombok pada tanggal 1 Mei lalu.
"Cukup lama libur cuti bersama ini, sampai 10 hari, artinya ada mobilitas yang cukup tinggi," tambahnya.
Tak itu saja, tingginya inflasi di Kota Bima yang disumbang angkutan udara diakibatkan masih minim jumlah maskapai penerbangan dari Lombok ke Bima, yakni hanya Wings Air.
"Dalam sehari hanya dua kali penerbangan," ucap Wahyuddin.
Terbatasnya jumlah penerbangan, sambungnya, berdampak pada harga tiket penerbangan di atas Rp 1 juta. Biasanya, harga tiket sebelumnya berkisar Rp 500 ribu.
"Penerbangan ke Bima lebih mahal dari pada ke Jakarta, sampai sekarang harga tiket ke sana (Bima, red) masih di atas Rp 1 juta," pungkasnya. (ewi/r10) Editor : Baiq Farida