MATARAM-Bendungan Meninting dipastikan bukan hanya untuk bendungan semata. Di lokasi itu juga disiapkan museum 76 bendungan yang ada di NTB. Termasuk sebagai tempat pariwisata, dan sarana konservasi.
”Museum ini nantinya akan bisa dikunjungi untuk mengenalkan 76 bendungan yang dibangun di NTB. Museum ini sebagai media pembelajaran tentang sejarahnya bendungan-bendungan yang ada di NTB,” kata Kepala BWS Nusa Tenggara I Hendra Ahyadi, Senin (20/6).
Dikatakan, bendungan ini nantinya akan menjadi destinasi wisata baru yang dapat dikembangkan. Sehingga memberikan dampak langsung ke masyarakat sekitar dalam hal peningkatan ekonomi.
”Pembangunan Bendungan Meninting ini diperkirakan akan rampung semester pertama tahun 2024,” terangnya.
Bendungan ini nantinya bermanfaat juga untuk irigasi seluas 1.559,29 hektar, penyediaan air baku 0,15 meter kubik per detik, dan PLTA sebesar 0,8 MW. Bendungan ini akan meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar melalui pengembangan perikanan air tawar (nonkeramba) dan pengendalian banjir.
”Tentunya juga mendukung pengembangan sektor pariwisata dan terbukanya lapangan kerja baru,” tuturnya.
Dikatakan proyek Bendungan Meninting ini dibagi menjadi dua paket pengerjaan. Biaya yang dialokasikan dalam pembangunan bendungan Rp 1,41 triliun.
”Pengerjaan hingga kini progress pembangunannya mencapai 30,28 persen,” kata dia.
Nurul, salah seorang warga Mataram yang sempat ke sana mengatakan, lokasi itu memang indah. ”Memang belum jadi, tapi kelihatan, kiri kanan depan belakang proyek itu hijau semua,” ujarnya.
Menurutnya, ini adalah potensi. Dia percaya pariwisata tak melulu soal birunya laut. Hijaunya pepohonan juga sangat laik dinikmati. ”Kalau sudah jadi bendungannya pasti lebih cantik lagi,” ujarnya. (nur/r9)
Editor : Galih Mps