Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

LIMOFF Bangkitkan Industri Fesyen NTB

Baiq Farida • Sabtu, 11 Februari 2023 | 15:19 WIB
KIAN BERKEMBANG: Gubernur NTB Zulkieflimansyah (tengah) bersama Founder LIMOFF Niken Saptarini Zulkieflimansyah (kiri) dan Kepala Dinas Perindustrian NTB Nuryanti (kanan) melauncing Lombok Internasional Modest Fashion Festival (LIMOFF) di Merumatta Senggi
KIAN BERKEMBANG: Gubernur NTB Zulkieflimansyah (tengah) bersama Founder LIMOFF Niken Saptarini Zulkieflimansyah (kiri) dan Kepala Dinas Perindustrian NTB Nuryanti (kanan) melauncing Lombok Internasional Modest Fashion Festival (LIMOFF) di Merumatta Senggi
GIRI MENANG-Pemprov NTB bersiap menggelar Lombok Internasional Modest Fashion Festival (LIMOFF) pada 6-9 Juli 2023 guna mendukung perkembangan industri fesyen di daerah. Itu ditandai dengan telah dilaunchingnya LIMOFF yang dihadiri langsung Gubernur NTB Zulkieflimansyah di Merumatta Senggigi Hotel, Lobar, Sabtu (11/2/2023).

LIMOFF merupakan ajang internasional festival fesyen dengan beberapa rangkaian kegiatan yang akan mendukung industri busana. Industri busana diyakini menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan. Serta menjadi peluang baru untuk menaikkan perekonomian daerah dan menjadi pintu gerbang menuju pasar global.

Ketua Panitia LIMOFF Nuryanti mengatakan, kegiatan ini adalah gagasan yang disampaikan Founder LIMOFF Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah. Hadir pertama kali di NTB, diharapkan target lima tahun pertama adalah memproduksi massal yang membutuhkan pasar dengan cara memperkenalkan produk-produk unggulan NTB ke kancah internasional dari sisi trend fesyen.

"Hingga puncak kegiatan bulan Juli nanti, rangkaian kegiatan ini dibagi menjadi tiga. Pra event dilakukan dengan mempersiapkan SDM di industri fesyen, kuliner dan kosmetik berbahan herbal. Semua sektor kita gerakkan," ucapnya di sela-sela launcing LIMOFF.

Dikatakan, ikon industrialisasi NTB ada tiga yakni fesyen industri yang inklud dengan kerajinan kriya. Kemudian, dibanding dengan kuliner legend NTB yang dikemas dengan kemasan steril sehingga bisa menjadi buah tangan dan bisa dibawa kemana saja dan kapanpun.

"Ketiga adalah kosmetik herbal lokal brand yang tersedia. Dengan harapan pasar terbuka lebar," tambahnya.

Ia mengatakan, untuk menyukseskan LIMOFF diperlukan dukungan dari seluruh instansi pemerintah yang terkait, mulai dari Pemprov NTB sampai kabupaten/kota. Masing-masing instansi memiliki peran dan fungsinya sesuai tugas, pokok dan fungsi dari instansi tersebut.

"Dinas Perindustrian NTB sendiri akan menjadi koordinator LIMOFF serta mengawal  berjalannya seluruh rangkaian kegiatan," kata Kepala Dinas Perindustrian NTB ini.

Nuryanti menambahkan, hal yang mencakup seluruh kalangan mulai dari pelajar sampai dengan pelaku usaha. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB berperan untuk mendata sekolah-sekolah yang memiliki fokus tentang fesyen, multimedia dan juga pariwisata yang akan mendukung festival LIMOFF.

Sementara Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB akan mendata para pelaku usaha hasil dari pelatihan menjahit yang sudah dilakukan. Sedangkan, Dinas Koperasi dan UMKM akan mendata para pelaku usaha fesyen yang ada di NTB, untuk berpartisipasi dalam festival.

"Diharapkan dinas ini juga dapat membantu pelaku usaha baru yang terjaring dalam festival untuk didampingi penerbitan NIB-nya," ucapnya.

Selanjutnya, kata Nuryanti, Dinas Komunikasi dan Informatika akan bertanggung jawab tentang publikasi dari festival LIMOFF kepada masyarakat secara nasional dan global.

Kemudian, Dewan Promosi Pariwisata Daerah juga akan mengatasi dalam bidang tourism dan hospitality terkait menangani para wisatawan yang berkunjung saat rangkaian kegiatan LIMOFF.

Dinas Pariwisata, kata Nuryanti, akan menangani pemecahan rekor MURI yang akan dilakukan dengan cara menyelenggarakan Sukarara Fashion Carnaval dan peragaan busana yang berlokasi di Desa Sukarara, Lombok Tengah.

Founder LIMOFF Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengatakan, LIMOFF adalah sebuah event yang unik dan belum ada sebelumnya. Event ini menjadi wadah dan dukungan bagi lokal brand di Lombok-Sumbawa.

"Ini kesempatan bagi kita dan mereka untuk memunculkan brand-brand lokal dengan hasil budaya yang luar biasa," ucap istri Gubernur NTB ini.

Lebih dini menggelar launching ini, kata Bunda Niken, karena pihaknya tidak ingin hanya membuat sekadar fashion show biasa. Melainkan, ketika saatnya tiba pasar internasional ini terbuka, pelaku IKM sudah sangat siap dengan menyajikan produk yang berkualitas dan berkelas.

"Kami ingin Lombok-Sumbawa tidak hanya dikenal dengan wisata saja, tapi ini kesempatan bagi IKM kita untuk memaksimalkan potensi budaya dengan menyiapkan dan membuat produk berkualitas. Ini jadi pelengkap bahwa kita tidak hanya wisata budaya dan alam, tetapi ada wisata berbelanja khas Lombok-Sumbawa dengan kualitas bagus," pungkasnya. (ewi/r10) Editor : Baiq Farida
#LIMOFF