MATARAM-Jaleela menjadi salah satu brand lokal fesyen yang menawarkan kebaya ready to wear atau siap pakai. ”Kebanyakan segmen pasar untuk wisuda dan lamaran,” kata Owner Jaleela Ilfan Rainudin, di lantai I LEM, jumat (31/3).
Dikatakan, membukan toko offline memberi tantangan tersendiri baginya. Walau pun secara bisnis online, pihaknya sudah dikenal bahkan hingga mancanegara. ”Kami juga mempelajari banyak brand nasional membuka toko offline, disana kami dapatkan ada beberapa market konsumen mencari feel experience yang tidak didapatkan di toko online,” terangnya.
Salah satu tantangan pasar Mataram adalah, konsumen lebih memilih custom. Turut dijelaskan, kini pasar Jaleela banyak di Pulau Jawa. ”Kebiasaannya konsumen di kota besar lebih senang dengan kebaya ready to wear. Tapi kami ingin mencoba challenge market tersebut sekarang,” ujarnya.
Dijelaskan ada 63 desain Jaleela dibawa ke LEM untuk memanjakan pengunjung. Kisaran usia market dibidik usia 24-38 tahun. ”Ini disesuaikan juga bidikan segmen pasar kami,” tuturnya.
General Manager LEM Salim Abdad mengatakan kini makin ramai brand lokal tersedia di LEM. Itu positif, lantaran semakin banyak alternatif pilihan konsumen yang berbelanja di LEM. ”Memang tenan terbanyak di LEM itu fesyen, baru kuliner. Sedangkan keterisian tenan hingga kini 97 persen,” jelasnya.
Pihaknya yakin, tenan baru akan terus muncul. Ini menyesuaikan dengan masukan konsumen LEM yang menginginkan kehadiran beberapa tenan. ”Semakin banyak tenan di sini, jadi cukup dengan datang ke LEM, semua tersedia,” kata dia. (nur/r9)
Editor : Galih Mps