Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Focus on Denim Hadir di LEM

Galih Mega Putra S • Senin, 30 Oktober 2023 | 11:25 WIB
GRAND OPENING: Managing Director Focus On Denim (FOD) Albert Tjandra (dua kiri) dan Tenant Coordinator Manager LEM Dadit Ujayana (dua kanan) saat grand opening, Sabtu (28/10).(FERIAL/LOMBOK POST)
GRAND OPENING: Managing Director Focus On Denim (FOD) Albert Tjandra (dua kiri) dan Tenant Coordinator Manager LEM Dadit Ujayana (dua kanan) saat grand opening, Sabtu (28/10).(FERIAL/LOMBOK POST)

LombokPost-Brand fesyen lokal Focus on Denim (FOD) kini hadir di Lombok Epicentrum Mall (LEM). Menghadirkan koleksi produk pakaian berbahan denim dan aksesoris menarik yang sesuai dengan tren generasi muda saat ini.

”Kita memperkenalkan identitas baru, tren baru FOD, bisa juga disebut focus on design atau detail, apa pun yang merupakan hastag anak muda,” ujar Managing Director FOD Albert Tjandra usai grand opening, Sabtu (28/10).

Dikatakannya, target market FOD adalah generasi muda (Gen Z). Namun dari segi desain dan ukuran, produk FOD berlaku untuk segala usia.

Dari sisi bahan baku, proses produksi, hingga penjualannya 100 persen lokal. Hal ini sebagai bentuk kampanye untuk bangga dengan produk lokal. Semua hastag yang dijalankan selama ini adalah flexing lokal. ”Jangan sampai anak muda ini mau tampil fesyen tapi pakai produk impor. Jadi kita ingin mengurangi ketergantungan fesyen seperti itu,” jelasnya.

Albert mengatakan, LEM menjadi lokasi pembukaan showroom pertama FOD. Hal itu lantaran Lombok yang paling siap dibandingkan lokasi lainnya. Setelah Lombok, pembukaan toko berikutnya akan dilakukan di Makasar, Jakarta, Tangerang, dan Jogja. ”Untuk 2023 ini kita cukup hanya lima showroom dulu, 2024 baru kita lanjut lagi,” bebernya.

Sebelum grand opening tenan di LEM, launching pertama brand FOD ini sudah berjalan satu bulan. Semua penjualannya masuk melalui webstore lantaran anak muda masa kini lebih senang berbelanja online. Selain webstore, produk FOD ini juga bisa dibeli melalui berbagai marketplace.

Produk FOD ini menggunakan bahan berkualitas sehingga tidak kalah dengan produk impor. Selain itu, desain produk FOD mengikuti perkembangan tren fesyen anak muda. ”Salah satunya seperti K-Pop Korea, itu sangat masuk dengan tren fesyen anak muda saat ini,” jelasnya.

Tak hanya itu, produk FOD diproduksi sendiri oleh tim lokal. Sebab dari segi desain, FOD ini sudah membedakan dengan identitas fesyen lainnya. ”Market di Lombok cukup potensial, khususnya di anak muda,” kata Albert.

Untuk harga, untuk produk sweater itu bervariatif. Untuk kaos fesyen dijual dengan harga di bawah Rp 200 ribu. Selain itu, juga ada aksesoris berupa topi dan lainnya. ”Rencananya juga kita akan buatkan parfum khusus FOD,” tandasnya.

Tenant Coordinator Manager LEM Dadit Ujayana mengapresiasi brand lokal FOD yang sudah membuka gerainya di LEM. Dikatakannya, LEM terus melakukan update. Sebab itu, beberapa tenan harus direlokasi dan digeser. ”Ini (FOD, Red) adalah inspirasi pertama buat yang lain,” ujarnya.

Menurut Dadit, konsep yang ditawarkan FOD sangat menarik. Selain itu, hal ini merupakan sesuatu yang positif karena fesyennya yang sangat update. ”Saya lihat fesyen mereka ini sangat bagus,” bebernya.

Ditambahkannya, LEM merasa bangga bisa memberikan ruang dan mengangkat produk-produk lokal. Bahkan mereka tidak kalah saing dengan produk impor. ”Harapan saya bisa terus berkembang,” pungkas Dadit. (fer/r9)

Editor : Kimda Farida
#LEM #denim #fashion