LombokPost-Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) cukup kesulitan menekan harga beras yang masih tinggi. Salah satu upaya yang tengah dilakukan saat ini adalah operasi pasar komoditas beras.
”Dalam rangka menekan harga, Diskoperindag sudah bersurat ke Bulog. Mungkin dalam waktu dekat ini akan dilakukan pasar murah,” ujar Sekda KLU Anding Duwi Cahyadi, di Mataram.
Dibeberkannya, KLU cukup kesulitan menekan harga beras, lantaran gabah KLU lebih banyak dikirim ke Lombok Tengah untuk proses penggilingan. Sebab di KLU tidak ada tempat penggilingan padi skala besar.
”Jarang olah gabah di sini karena pengeringan tidak ada,” sambungnya.
Gabah petani KLU ini biasanya dibeli langsung oleh tengkulak. Dikarenakan spekulasinya tinggi, bisa saja untung maupun rugi. Hal ini yang dinilai juga berpengaruh pada kenaikan harga beras.
Sebab itu, operasi pasar murah dinilainya cukup bagus untuk membantu masyarakat di tengah mahalnya harga beras saat ini. Namun untuk berapa kali bagusnya digelar, itu tergantung kesiapan Bulog. ”Paling tidak itu untuk menekan harga beras ini,” katanya.
Namun berdasarkan informasi dari Diskoperindag, KLU mendapatkan jatah operasi pasar murah sebanyak lima kali pada November mendatang. Rinciannya yakni, di depan Kantor Camat Pemenang pada 8 November 2023.
Kemudian di Lapangan Tanjung 9 November. Di depan Wihara Karang Lendang Gangga 14 November. Di depan Pasar Santong Kayangan 15 November. Terakhir di depan Pasar Anyar Bayan 16 November. ”Berapa banyak beras murah yang dihadirkan itu tergantung dari Bulog nantinya, tapi yang jelas kita sudah minta dihadirkan pasar murah,” jelas mantan Asisten III Setda KLU ini.
Berbicara soal stok pangan, di KLU bagian timur seperti Bayan terbilang cukup aman. Sebab petani di wilayah tersebut tidak menjual semua hasil panen mereka. ”Jadi tetap ada yang disimpan di lumbung mereka,” tandasnya. (fer/r9)
Editor : Kimda Farida