Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Keren, Rotan Ketak Lombok Tengah Tembus Pasar Internasional

Galih Mega Putra S • Rabu, 15 November 2023 | 11:00 WIB
TETAP EKSIS: Berbagai hasil kerajinan rotan ketak yang dipasarkan dalam event MotoGP, beberapa waktu lalu. (FERIAL/LOMBOK POST)
TETAP EKSIS: Berbagai hasil kerajinan rotan ketak yang dipasarkan dalam event MotoGP, beberapa waktu lalu. (FERIAL/LOMBOK POST)

LombokPost - Industri kerajinan di Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menggeliat. Salah satunya seperti kerajinan rotan ketak di Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Kerajinan ini tidak hanya memiliki pasar dalam negeri, namun juga luar negeri.

Perajin rotan ketak asal Praya Muliani Purnama mengatakan, ada beragam jenis kerajinan rotan ketak yang dihasilkan. Mulai dari aneka tas, kap lampu, tempat tisu, hingga lampu pojok ruangan. Ukurannya pun beragam, mulai dari ukuran mini, sedang hingga besar. ”Saya menekuni usaha ini sejak tahun 2000-an. Waktu itu saya bekerja sebagai pegawai di salah satu galeri yang ada di Bali,” bebernya pada Lombok Post.

Pada 2010 lalu, Muliani memutuskan untuk pulang kampung dan memulai usahanya sendiri. Saat itu, dirinya nekat membuka usaha jual beli kerajinan dari keterampilan yang dimiliki di tempat kerja sebelumnya.

Awal merintis usahanya, ibu dua anak ini dibantu beberapa pekerja. Dirinya merekrut warga yang terampil membuat kerajinan di kampungnya. Lambat laun, usaha kerajinannya tersebut mulai berkembang, dan kini memiliki puluhan karyawan. ”Ciri khas produk kami itu menonjolkan khas Lombok-nya, kemudian dipadukan dengan cukli,” sambungnya.

Produk yang dihasilkan saat ini menyesuaikan dengan kebutuhan pasar. Salah satunya adalah produk-produk kebutuhan rumah tangga. Di galeri miliknya, terdapat produk rotan ketak tudung saji, dompet, tas, tempat tisu, rak bumbu, nampan, topi, aneka cenderamata, dan banyak lagi. ”Alhamdulillah saat event MotoGP kemarin, saya ikut di salah satu stan UMKM yang disediakan,” bebernya.

Menurut Muliani, kerajinan khas NTB ini perlu terus dijaga. Apalagi di tengah gempuran produk tiruan dengan model serupa, namun berbahan sintesis. Hal ini menjadi tantangan lantaran produk tiruan ini dijual dengan harga miring alias lebih murah.

Tantangan lainnya adalah semakin minimnya jumlah perajin. Tak banyak anak muda yang tertarik terjun berusaha di bidag ini. Meski begitu, semangat Muliani tidak berkurang. Dirinya tetap yakin dan aktif merintis usaha kerajinan tersebut.

Bersama suami dan anaknya, Muliani memasarkan produknya dalam bazar di berbagai kegiatan maupun pameran. Produknya ini juga dipasarkan secara online di berbagai platform media sosial dan e-commerce.

Hal ini membuahkan hasil baik bagi Muliani. Berkat itu, perempuan berhijab ini bisa mendapatkan pembeli hingga dari luar negeri. Produknya kini sudah diekspor ke Singapura, Australia, Jepang, Malaysia, dan Amerika Serikat. ”Event MotoGP kemarin juga salah satu upaya kita memperluas jejaring,” katanya.

Berbicara soal kualitas produk, dirinya terus berkembang mengikuti zaman. Dirinya selalu menghadirkan desain produk baru secara berkala. Tidak hanya itu, dirinya juga melayani pesanan pelanggan dengan beragam model produk yang memiliki pilihan ragam warna. Hal ini demi memenuhi kepuasan pelanggan. ”Update desain dan model terus kita lakukan, agar usaha ini terus tumbuh dan berkembang ke depannya,” tandas Muliani. (fer/r9)

Editor : Hidayatul Wathoni
#UMKM #Ketak Lombok #ketak