LombokPost-Inkubator Business dan Inovasi (Kubinov) LPPM Universitas Mataram (Unram) menggelar workshop start up. Temanya ”Start-Up To Build Your Business”.
Dalam workshop ini, puluhan pengusaha muda yang merupakan mahasiswa dan alumni Unram itu diberi pemahaman. Terutama mengenai perizinan usaha dari Dinas Perindustrian NTB.
Kepala Dinas Perindustrian NTB Nuryanti menjelaskan perihal perizinan secara rinci. Mulai dari pentingnya setiap usaha memiliki izin, syarat perizinan, sampai akses apa saja yang dapat diakses para pengusaha muda tersebut.
Pihaknya berkomitmen memfasilitasi semua peserta workshop bisnis ini untuk mengurus perizinan usaha dan pendapatan merek secara gratis. Ini dilakukan melalui layanan yang disiapkan Bidang Sarana dan Prasarana di Dinas Perindustrian. ”Nantinya akan dibimbing langsung oleh Doktor Aryanti Dwiyani dan tim,” ujarnya.
Dikatakannya, pengusaha harus terus melakukan inovasi. Menciptakan ide-ide baru dan mengimplementasikannya dalam bentuk produk, layanan, atau proses bisnis yang inovatif.
Mereka harus terus-menerus mencari cara untuk meningkatkan atau mengubah cara kerja suatu industri. ”Termasuk memecahkan masalah-masalah yang ada dengan pendekatan yang baru dan kreatif, tentu hal itu didasari dengan keberenian dan bernai melangkah,” sambungnya.
Dalam kegiatan workshop ini, Nuryanti menjelaskan mengenai konsep Desanomic. Salah satu pengusaha bernama Agus, dengan usaha jamur yang telah digeluti selama 6 tahun, sebagai pembuka tercetusnya sebuah tujuan bersama antara pemerintah, pihak akademisi, LPPM dan pengusaha. Dia mengagas konsep Desanomic dengan jamur sebagai komoditas utama yang akan dikembangkan.
Kata perempuan berhijab ini, Desanomic atau desa industri merupakan sebuah konsep perkotaan yang dirancang untuk menggabungkan elemen-elemen perkotaan dan pedesaan. Konsep ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang berfokus pada produksi dan manufaktur. ”Sambil mempertahankan beberapa aspek kehidupan desa, seperti ruang terbuka, keberlanjutan, dan kualitas hidup yang baik,” jelasnya.
Desanomic, kata Nuryanti, ini merujuk pada suatu wilayah pedesaan yang memiliki kegiatan ekonomi sebagai fokus utama. Konsep ini sering kali melibatkan pengembangan ekonomi di desa untuk meningkatkan kesejahteraan penduduknya. Desa ekonomi dapat mencakup berbagai sektor ekonomi, termasuk pertanian, perikanan, peternakan, industri kecil, dan sektor lainnya. ”Kita siap dukung bersama, satu komoditas yang kita dorong bergerak maju akan menarik sektor-sektor lain. Contohnya usaha jamur ini, bisa dijadikan kuliner utama yang akan menarik komoditas lain seperti hasil pertanian,” terangnya.
”Jamur juga bisa dikembangkan menjadi obat dengan bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi dari pihak akademisi. Ini adalah bentuk dari ikhtiar kita untuk membentuk sebuah ekosistem. Kita siap dukung bersama,” tandasnya. (fer/r9)
Editor : Kimda Farida