Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dapur Aisyah Kembangkan Belasan Jenis Kue Kering

Galih Mega Putra S • Rabu, 31 Januari 2024 | 18:15 WIB
IKUT BAZAR: Owner Dapur Aisyah Muznah Albaar (kanan) berbincang dengan wali Kota Mataram dalam sebuah kegiatan. (INSTAGRAM DAPUR AISYAH MATARAM)
IKUT BAZAR: Owner Dapur Aisyah Muznah Albaar (kanan) berbincang dengan wali Kota Mataram dalam sebuah kegiatan. (INSTAGRAM DAPUR AISYAH MATARAM)

LombokPost-Muznah Albar, owner Industri Kecil Menengah (IKM) Dapur Aisyah Mataram di Pagutan, merintis usahanya dengan membuka katering.

Selain itu juga ada snack box dan produk kuliner lainnya yang dipasarkan di sekolah-sekolah.

Namun saat Pandemi Covid-19 merebak 2020 lalu, banyak sekolah yang diliburkan. Hampir tidak ada satu pun sekolah yang melakukan proses belajar dan mengajar secara tatap muka. Hal itu lantaran khawatir penularan virus meluas.

”Itu masa-masa paling sulit,” tutur perempuan yang biasa disapa Nana tersebut.

Hal ini tentu berpengaruh pada produksi Dapur Aisyah sebab produk snack box tersebut selama ini dipasarkan di sekolah-sekolah.

Dirinya tentu harus memutar otak agar usaha Dapur Aisyah ini tetap berjalan.

Akhirnya tercetuslah ide memproduksi aneka kue kering.

Namun jajanan yang diproduksinya ini tidak seperti kue kering pada umumnya di pasaran.

Dirinya menggunakan gula aren sebagai pemanis. Tujuannya agar kue ini bisa dinikmati orang yang tengah mengurangi konsumsi gula.

Saat ini, Dapur Aisyah tercatat memproduksi sekitar 12 jenis kue kering.

Kue kering paling laris di antaranya varian palm sugar cheese, pal sugar original, kue putri salju, nastar, sagu keju, dan kastengel.

Nana mengatakan, kue kering buatannya ini dipasarkan melalui berbagai platform sosial media dan e-commerce, seperti Facebook, Instagram, Shopee, dan lainnya.

Bahkan kini, kue gula aren buatannya masuk dalam program Inkubasi Kuliner Kemenparekraf RI. ”Wisata itu bukan hanya soal destinasi saja, tapi bisa juga kuliner,” kata perempuan berjilbab ini.

VARIAN BARU: Inilah contoh produk kue kering buatan Dapur Aisyah, bernama kue ayang atau ayam Taliwang.
VARIAN BARU: Inilah contoh produk kue kering buatan Dapur Aisyah, bernama kue ayang atau ayam Taliwang.

Dirinya berharap, usaha kuliner NTB terus menggeliat dan semakin dikenal luas.

Tidak melulu hanya kuliner legendaris saja seperti ayam Taliwang, sate Rembiga, ayam Rarang dan lainnya.

Kue kering pun dapat menjadi pilihan oleh-oleh wisatawan yang datang ke NTB.

”Di luar daerah banyak kue kering yang dijadikan oleh-oleh, kenapa tidak kita juga bisa mewujudkan itu,” tandasnya. (fer/r9)

Editor : Kimda Farida
#UMKM #kering #kue